SUMEDANG.ONLINE, JATINANGOR (29/2/2020) – Wakil Bupati Sumedang, H. Erwan Setiawan menyebutkan kejadian banjir yang terjadi kemarin sore merupakan kejadian terbesar sepanjang satu dekade.
“Sejak 2010 baru sekarang lagi terjadi banjir besar di wilayah Kecamatan Jatinangor,” ujar Erwan saat mengunjungi desa terdampak banjir diantaranya Cipacing, Cikeruh, Sayang, Mekargalih dan Hegarmanah.
Dikatakan dia, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah SKPD terkait untuk penanganan tanggap daruratnya sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Dikarenakan itu sangat penting untuk penanganan jangka pendek agar masyarakat pasca banjir ini tidak ada yang sakit,” jelas dia.
Hasil penelusuran sementara penyebab banjir diantaranya disebabkan banyaknya penyempitan dan pendangkalan sungai terutama di wilayah RW 13 dan 18 Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor.
“Tadi kita lihat bersama seperti salah satu perusahaan yang pinggiran pabriknya melebihi batas sungai, maka kami langsung panggil perwakilan perusahaannya. Untuk secepatnya melakukan pembongkaran, dan apabila tidak dibongkar maka kami yang akan membongkarnya. Itu salah satu penyebab sungai Cikeruh meluap, dan permasalahann ini akan kita segera bahas,” tandasnya.
Sementara itu, lantaran kejadian banjir berada di perbatasan dengan wilayah Bandung, pihaknya pun akan segera melakukan koordinasi dengan pihak Provinsi Jawa Barat.
“Disatu sisi kita selesaikan di Sumedang nya, ternyata di kabupaten Bandung nya tidak ada penyelesaian. Ya percuma, tetap kita yang jadi korbannya,” ungkapnya. *ACENG SYARIF HIDAYATULLAH*

