Home / KESEHATAN

Minggu, 3 Mei 2020 - 02:24 WIB

Enam Kabupaten/Kota Berhasil Eliminasi Malaria

Hingga April 2020 telah ada Enam kabupaten/kota yang berhasil eliminasi malaria. Jumat, 1 Mei 2020, Menteri Kesehatan RI dr. Terawan Agus Putranto menyerahkan sertifikat eliminasi malaria kepada Bupati/walikota yang telah berhasil eliminasi malaria tersebut.

HINGGA APRIL 2020 TELAH ADA ENAM KABUPATEN/KOTA YANG BERHASIL ELIMINASI MALARIA. JUMAT, 1 MEI 2020, MENTERI KESEHATAN RI DR. TERAWAN AGUS PUTRANTO MENYERAHKAN SERTIFIKAT ELIMINASI MALARIA KEPADA BUPATI/WALIKOTA YANG TELAH BERHASIL ELIMINASI MALARIA TERSEBUT. HINGGA APRIL 2020 TELAH ADA ENAM KABUPATEN/KOTA YANG BERHASIL ELIMINASI MALARIA. JUMAT, 1 MEI 2020, MENTERI KESEHATAN RI DR. TERAWAN AGUS PUTRANTO MENYERAHKAN SERTIFIKAT ELIMINASI MALARIA KEPADA BUPATI/WALIKOTA YANG TELAH BERHASIL ELIMINASI MALARIA TERSEBUT.: Hingga April 2020 telah ada Enam kabupaten/kota yang berhasil eliminasi malaria. Jumat, 1 Mei 2020, Menteri Kesehatan RI dr. Terawan Agus Putranto menyerahkan sertifikat eliminasi malaria kepada Bupati/walikota yang telah berhasil eliminasi malaria tersebut.


JAKARTA – Hingga April 2020 telah ada Enam kabupaten/kota yang berhasil eliminasi malaria. Jumat, 1 Mei 2020, Menteri Kesehatan RI dr. Terawan Agus Putranto menyerahkan sertifikat eliminasi malaria kepada Bupati/walikota yang telah berhasil eliminasi malaria tersebut.

Keenam kabupaten/kota itu antara lain Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Kabupaten Nunukan, Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Wakatobi, dan Kota Bengkulu. Penyerahan sertifikat eliminasi malaria dilakukan dalam rangka memperingati Hari Malaria Sedunia yang jatuh setiap tanggal 25 April.

Kali ini penyerahan sertifikat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Penyerahan sertifikat tersebut dilakukan secara virtual melalui video converence mengingat situasi saat ini tengah terjadi wabah Covid-19.

Menkes Terawan mengatakan eliminasi malaria adalah upaya untuk menghentikan penularan malaria di suatu wilayah, yaitu di kabupaten/kota atau di provinsi.

Baca Juga  Wandiyana Kembangkan Pengobatan Bio Therapi Listrik

Pada tahun 2019 yang lalu sebanyak 300 kabupaten/kota telah mendapatkan sertifikat eliminasi malaria. Pada tahun 2020 ini, target kabupaten/kota yang mendapatkan sertifikat eliminasi malaria adalah 325 kabupaten/kota.

”Kali ini kita kembali bangga dan bersyukur, karena sampai dengan bulan April 2020 ada 6 kabupaten/Kota yang telah lolos penilaian dan berhak mendapatkan sertifikat eliminasi malaria,” katanya di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta. Jumat, 1 Mei 2020.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Achmad Yurianto mengatakan kabupaten/kota yang mendapatkan sertifikat eliminasi malaria harus memperhatikan 11 indikator dengan 3 indikator utama sebagai syarat mutlak.

”Kabupaten/kota yang mendapatkan sertifikat eliminasi malaria harus melalui tahapan self assesment atau menilai diri sendiri tentang kesiapannya untuk mendapatkan penilaian Tim Assesment dengan memperhatikan 11 indikator yang harus dipenuhi, dengan 3 indikator utama sebagai syarat mutlak,” katanya.

Baca Juga  31 Warga Sukadana Terjangkit Chikungunya

Tiga indikator syarat mutlak tersebut pertama Annual Parasite Incidence kurang dari Satu per Seribu penduduk. Kedua Slide Positive Rate kurang dari lime persen. Ketiga tidak ada kasus indigenous.

“Tiga indikator tersebut harus dipertahankan selama tiga tahun berturut-turut,” ujarnya,

Setelah kabupaten/kota siap untuk dilakukan penilaian, maka bupati/walikota yang bersangkutan mengusulkan penilaian kepada Dinas Kesehatan Provinsi dan dilanjutkan penilaian oleh tim asesmen penilaian eliminasi malaria pusat secara independen.

”Acara puncak dan penyerahan sertifikat eliminasi malaria hari ini diharapkan menjadi inspirasi dan motivasi bagi Kabupaten/Kota yang lain untuk semakin bersemangat mencapai eliminasi malaria,” kata dr. Achmad. (D2/SO)

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

KESEHATAN

Sumedang Bebas Pasung, Jika Ada Segera Laporkan …

KESEHATAN

PENGUMUMAN REKRUTMEN PENERIMAAN KADER JKN KIS BPJS KESEHATAN CABANG SUMEDANG TAHUN 2018
Mencegah adanya keterlibatan prajurit berindikasi penyalahgunaan narkoba. Danyonif Raider 301/PKS Mayor Inf Wahyu Alfiyan S.Ip , M.Ipol bersama BNN Kab.Sumedang menggelar Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) terhadap puluhan prajurit. Sabtu, 5 September 2020.

KESEHATAN

BNN Sumedang Periksa Urine Puluhan Prajurit Raider 301/PKS
Ekki riswandiya selaku Ketua Hakli Cabang Sumedang yang juga Koordinator Bidang Kesling Jabar Bergerak (Jaber) mengatakankegiatan bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-40 HAKLI, sekaligus menyupport program Satu Juta masker Program Bupati Sumedang.

KESEHATAN

Harjad ke-40, HAKLI Sumedang Bagikan Ribuan Masker ke Warga

KESEHATAN

BPOM Pastikan Kopi Cleng dan Jantan Produk Ilegal

KESEHATAN

Kahatek Peduli, PMI Kumpulkan 357 Kantong Darah

KESEHATAN

Derita Annisa, tega bapak ninggalin anaknya yang lumpuh

KESEHATAN

Gubernur Instruksikan Dinkes Lakukan Pengambilan Specimen Terhadap Kontak Erat Kasus