Home / KESEHATAN / Pilihan Redaksi

Kamis, 21 Mei 2020 - 00:18 WIB

RSUD Sumedang Sarankan Pasien Gagal Ginjal Tak Mudik

Humas RSUD Sumedang, Iman Budiman

HUMAS RSUD SUMEDANG, IMAN BUDIMAN HUMAS RSUD SUMEDANG, IMAN BUDIMAN: Humas RSUD Sumedang, Iman Budiman


RSUD SUMEDANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang mengimbau agar para pemudik yang menderita gagal ginjal untuk tak melakukan mudik. Keputusan ini menurut Humas RSUD Sumedang, Iman Budiman sesuai dengan kesepakatan PERNEFRI (Persatuan Nefrologi Indonesia) yang tak akan melayani tindakan cuci darah bagi para pemudik.

Menurutnya keputusan tersebut sebagai salahsatu upaya untuk menekan penyebaran wabah Coronavirus Disease (Covid-19) di Kabupaten Sumedang sesuai dengan arahan dan surat edaran dari PERNEFRI.

“Karena sesuai dengan arahan atau surat edaran dari Persatuan Nefrologi Indonesia, bahwa untuk hemodialisa. Karena secara kebetulan Rumah Sakit Sumedang sudah termasuk anggota PERNEFRI, untuk penderita gagal ginjal yang pada saat melakukan mudik. Kemudian harus dilakukan cuci darah, itu tak bisa dilakukan di Rumah Sakit. Di rumah sakit dimana dia mudik,” tegas Iman.

Baca Juga  Hindari Pemungutan Suara Ulang, Bawaslu Akan Gelar Apel Siaga

Simpulannya menurut Iman, para penderita gagal ginjal disarankan untuk tidak boleh mudik. Menurutnya apabila, pemudik penderita gagal ginjal memaksa mudik harus dicuci darah di tempat pemudik, kemungkinan tidak akan bisa dilakukan pencucian darah.

“Ya dia itu harus tetap tidak boleh mudik. Sebaliknya, untuk orang Sumedang, misalnya memaksakan mudik ke Subang. Itu Rumah Sakit Subang berhak menolak, tidak menerima, berhak untuk tidak menerima. Karena sudah sepakat seluruh anggota PERNEFRI mungkin salahsatu usaha untuk menekan penyebaran Covid-19 jadi untuk penderita gagal ginjal tidak boleh mudik. Konsekuensinya apabila yang bersangkutan memaksa mudik, cuci darah tidak bisa dilakukan pada saat yang bersangkutan mudik di daerah tersebut,” tandasnya.

Baca Juga  Sarana Prasarana SDN Cijolang Sudah Siap untuk Belajar Tatap Muka

Sementara untuk layanan rumah sakit lainnya sebut Iman, tidak terganggu meskipun memasuki Hari Raya Idul Fitri. Seperti halnya Instalasi Gawat Darurat (IGD) masih tetap melayani 24 jam.

“Hari Selasa Poliklinik masih tetap buka, jadi tidak libur panjang seperti tahun-tahun kemarin. Alhamdulillah itu tidak masalah bagi kami sehingga pelayanan bisa jalan. Untuk IGD tetap seperti biasa, 24 jam. Tidak ada hal-hal krusial, tidak membuka posko, karena IGD itu sudah rutin buka 24 jam,” pungkas dia. *FITRI*

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Pilihan Redaksi

Jatman NU Sumedang Gelar Ijazah Manaqib Syeikh Abdul Qodir Al-Jiilani

Pilihan Redaksi

BBGRM XVI, Sekda: Sumedang Bisa Lebih Maju dari Korea Jika …

Pilihan Redaksi

Ada longsor susulan, arus lalin dialihkan ke Rancakalong

Pilihan Redaksi

Pencetakan Surat Suara Mencapai 85 Persen

Pilihan Redaksi

Dua Rumah Rusak Akibat Longsor di Sukamenak Belum Dapat Bantuan

Pilihan Redaksi

Kodim 0610/Sumedang Luncurkan Tebar Kujang

Pilihan Redaksi

Duh, belum setahun diperbaiki jalan menuju Desa Margalaksana sudah rusak

OLAHRAGA

Infrastruktur bagus, lima atlet PON Sumbar mulai jajal Batudua