RSUD Sumedang Sarankan Pasien Gagal Ginjal Tak Mudik

Humas RSUD Sumedang, Iman Budiman
Humas RSUD Sumedang, Iman Budiman/SUMEDANGONLINE
Humas RSUD Sumedang, Iman Budiman

RSUD SUMEDANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang mengimbau agar para pemudik yang menderita gagal ginjal untuk tak melakukan mudik. Keputusan ini menurut Humas RSUD Sumedang, Iman Budiman sesuai dengan kesepakatan PERNEFRI (Persatuan Nefrologi Indonesia) yang tak akan melayani tindakan cuci darah bagi para pemudik.

Menurutnya keputusan tersebut sebagai salahsatu upaya untuk menekan penyebaran wabah Coronavirus Disease (Covid-19) di Kabupaten Sumedang sesuai dengan arahan dan surat edaran dari PERNEFRI.

“Karena sesuai dengan arahan atau surat edaran dari Persatuan Nefrologi Indonesia, bahwa untuk hemodialisa. Karena secara kebetulan Rumah Sakit Sumedang sudah termasuk anggota PERNEFRI, untuk penderita gagal ginjal yang pada saat melakukan mudik. Kemudian harus dilakukan cuci darah, itu tak bisa dilakukan di Rumah Sakit. Di rumah sakit dimana dia mudik,” tegas Iman.

Baca Juga  Kader Kesehatan Legok Kidul Berkomitmen Lawan Stunting

Simpulannya menurut Iman, para penderita gagal ginjal disarankan untuk tidak boleh mudik. Menurutnya apabila, pemudik penderita gagal ginjal memaksa mudik harus dicuci darah di tempat pemudik, kemungkinan tidak akan bisa dilakukan pencucian darah.

Baca Juga  Bupati Sumedang Targetkan 4 Ribu Anak Tervaksin pada Februari 2022

“Ya dia itu harus tetap tidak boleh mudik. Sebaliknya, untuk orang Sumedang, misalnya memaksakan mudik ke Subang. Itu Rumah Sakit Subang berhak menolak, tidak menerima, berhak untuk tidak menerima. Karena sudah sepakat seluruh anggota PERNEFRI mungkin salahsatu usaha untuk menekan penyebaran Covid-19 jadi untuk penderita gagal ginjal tidak boleh mudik. Konsekuensinya apabila yang bersangkutan memaksa mudik, cuci darah tidak bisa dilakukan pada saat yang bersangkutan mudik di daerah tersebut,” tandasnya.

Sementara untuk layanan rumah sakit lainnya sebut Iman, tidak terganggu meskipun memasuki Hari Raya Idul Fitri. Seperti halnya Instalasi Gawat Darurat (IGD) masih tetap melayani 24 jam.

Baca Juga  Indag Berharap Perhutani Izinkan Lahan Kosong Ditanami Kopi

“Hari Selasa Poliklinik masih tetap buka, jadi tidak libur panjang seperti tahun-tahun kemarin. Alhamdulillah itu tidak masalah bagi kami sehingga pelayanan bisa jalan. Untuk IGD tetap seperti biasa, 24 jam. Tidak ada hal-hal krusial, tidak membuka posko, karena IGD itu sudah rutin buka 24 jam,” pungkas dia. *FITRI*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE OK TIDAK