Home / PENDIDIKAN

Rabu, 17 Juni 2020 - 01:26 WIB

Gus Hasan Sambut Baik Kepgub Protokol AKB di Pondok Pesantren

Gus Hasan saat ditemui di Kompleks Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 3, Cilamaya, Kabupaten Karawang, Senin (15/6/2020) malam WIB.

DUDI/HUMAS JABAR BERI APRESIASI: Gus Hasan saat ditemui di Kompleks Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 3, Cilamaya, Kabupaten Karawang, Senin (15/6/2020) malam WIB.


KAB. KARAWANG, SO — Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat (Jabar) yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 3 Karawang KH. Hasan Nuri Hidayatullah menyambut baik Keputusan Gubernur (Kepgub) Jabar No:443/Kep.326-Hukham/2020 tentang Perubahan atas Kepgub Jabar No 443/Kep.321-Hukham/2020 tentang Protokol Kesehatan untuk Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Lingkungan Pondok Pesantren.

Sosok yang akrab disapa Gus Hasan itu mengatakan, Kepgub tersebut pada prinsipnya dibuat oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar untuk mencegah penularan COVID-19 di lingkungan pondok pesantren (ponpes) jelang penerapan new normal atau di Jabar dikenal sebagai Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

“Saya yakin tujuan (Kepgub Jabar terkait protokol AKB di ponpes) dalam rangka melindungi masyarakat, melindungi para kiai, asatidz, dan santri,” ucap Gus Hasan saat ditemui di Kompleks Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 3, Cilamaya, Kabupaten Karawang, Senin, 15 Juni 2020 malam WIB.

Baca Juga  Siswa SD di Sumedang Ini Ikut Gerakan Makan 100 Juta Telur

Gus Hasan menambahkan, COVID-19 merupakan pandemi global yang harus ditangkal sehingga penerapan protokol kesehatan, termasuk protokol khusus di ponpes, adalah salah satu cara melawan COVID-19.

“Di pesantren tetap harus memakai masker saat kegiatan, sesering mungkin cuci tangan, menjaga jarak antar personal,” ujar Gus Hasan.

“Prinsipnya saling menjaga, kami senang kebijakan yang terbit merupakan arahan untuk menjaga lingkungan pesantren,” katanya.

Adapun Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 3 sendiri menyiapkan bilik disinfektan di gerbang kampus dan melakukan pengecekan suhu tubuh bagi pihak yang ingin memasuki kompleks pesantren.

Tak hanya itu, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 3 juga menyiapkan puluhan tempat cuci tangan di sudut-sudut kelas dan kobong (tempat santri menginap) sehingga para santri bisa dengan mudah mengakses sarana untuk mencuci tangan dengan sabun.

Baca Juga  38 Pelajar SMP Ikut Lomba Story Telling

“Kami pun sejak awal sudah menyiapkan tempat-tempat cuci tangan sebelum masuk ruang belajar, ruang mengaji, juga melakukan pembatasan jarak atau mengatur saf saat salat berjamaah, serta menggunakan masker. Itu semua sudah dilakukan sejak awal (penyebaran) COVID-19,” kata Gus Hasan.

Gus Hasan menjelaskan bahwa kurang lebih 1.300 santri di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 3 pun belum seluruhnya diizinkan masuk atau kembali ke pesantren.

Para santri tersebut akan kembali ke pesantren secara bertahap dengan prioritas bagi santri yang berasal dari Zona Biru dan Zona Hijau.

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

PENDIDIKAN

Cegah Penyebaran Covid 19, SDN Munjul Lakukan Penyemprotan Disinfektan
Kapten Inf. Rudi Prasetijo selaku Danramil 1001/Sumedang Kota saat memberikan materi pada MPLS di SMAN 1 Sumedang. Rabu, 15 Juli 2020.

PENDIDIKAN

Hari Ke-tiga MPLS, Siswa Baru di SMAN 1 Sumedang Diberikan Materi Kadarkum dan Sekolah Ramah Anak

PENDIDIKAN

Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Mewisuda 331 Santri Penghafal Alquran

PENDIDIKAN

Pernyataan Kabid Dikdas, Diprotes
Pelajar saat belajar dengan system daring

PENDIDIKAN

Pelajar di Sumedang Diminta Manfaatkan Wifi Gratis

PENDIDIKAN

FKK HIMAGRI Wilayah 2 Sukses Menyelenggarakan Topmawil

PENDIDIKAN

Unpad Raih Juara Anugerah Humas PTN dan Kopertis 2017 Kategori Publisitas

PENDIDIKAN

Tujuh Kepala SD di Sumedang Dimutasi Turun Grade, Ini Alasannya