Menu

Mode Gelap

Pilihan Redaksi · 9 Jul 2020 19:04 WIB ·

Dipakai Salat Orang Terindikasi Covid-19, Masid Jami Nurul Hidayah Ditutup Sementara

REPORTER: IWAN RAHMAT | EDITOR: FITRIYANI GUNAWAN

Kepala Desa Sukajaya Nenden Dewi Respati saat mengunjungi rumah yang pernah kontak dengan pasien positif covid-19. Kamis, 9 Juli 2020.

IWAN RAHMAT/SUMEDANGONLINE TINJAU LANGSUNG: Kepala Desa Sukajaya Nenden Dewi Respati saat mengunjungi rumah yang pernah kontak dengan pasien positif covid-19. Kamis, 9 Juli 2020.

SUMEDANG, SO — Masjid Masjid Jami Nurul Hidayah di Dusun Dago RT 003 RW 002, Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang ditutup untuk sementara waktu hingga delapan hari ke depan. Hal itu setelah MAP yang diduga terindikasi Covid-19, ikut salat Ashar di masjid itu bersama tiga jamaah lainnya, sebelum akhirnya dia dijemput tim PSC 119.

“Untuk sementara waktu masjid ini ditutup sementara. Sudah ada koordinasi dengan pihak desa, sudah ada imbauan dari desa agar masjid untuk sementara waktu tidak dipergunakan, sampai delapan hari ke depan,” ujar Jajat Suwandi, selaku Ketua DKM Masjid Jami Nurul Hidayah pada SUMEDANGONLINE. Kamis, 9 Juli 2020.

Dikatakan Jajat pada saat penjemputan MAP dirinya masih berada di rumah, dan baru mendapat informasi adanya penjemputan oleh Tim PSC 119 beberapa waktu kemudian.

”Kemarin saya lagi di rumah, tiba-tiba ada informasi ada penjemputan yang terkena Covid, siapa? Ternyata saya dapat informasi orang luar yang sedang main ke sini, ke Dago. Dia juga sempat salat Ashar di sini, bahkan yang iqomat juga yang bersangkutan yang MAP itu. Kita langsung bergerak, berkoordinasi disemprot oleh pihak relawan PKS, terus 19.30 disemprot lagi oleh pihak PMI,” imbuhnya.

Baca Juga  Pahami Rasionalisasi Pegawai secara rasional

Pada kesempatan itu pun dia memastikan bahwa yang terindikasi Covid-19 itu bukan orang Dago, dia hanya bersuan ke rumah temannya yang berada di Dago.

“Memang kemarin sempat beredar banyak bahwa yang kena Covid itu orang Dago, padahal yang bersangkutan bukan orang Dago. Tapi dia biasa tinggal di Regol Wetan, di rumah temannya ikut bantu-bantu. Aslinya dari Tanjungmedar. Kebetulan yang bersangkutan itu sempat menjenguk salahsatu yang terkena Covid 19 dan meninggal di Rumah Sakit Santosa,” jelasnya.

Yang bersangkutan juga sebut Udin sebenarnya sudah melakukan pemeriksaan swab pada 2 Juli lalu dan diperingatkan oleh pihak kesehatan agar melakukan isolasi mandiri, dengan tidak kemana mana. Namun pada kenyataanya yang bersangkuta malah pergi keluar dan sudah main.

“Kemarin itu jam 14.00 sudah keluar, akhirnya tim kesehatan bergerak ke Regol. Tanpa konfirmasi apa-apa, karena tahunya di Regol diisolasi, ternyata dianya keluar. Yang pada salat itu, ada tiga orang, pertama jamaah di sini O, I, dan temannya yang terkena Covid itu. Sempat orang desa mau salat juga, tiba-tiba ada Bu Bidan bilang jangan masuk-masuk, yang di dalam jangan keluar. Tiba-tiba qomat yang kena Covid itu, ngga tahu masuk jalan mana.”

Baca Juga  Sijariemas Tindakan Penangan Poned Bisa Terakses di Android

“Kami mengharapkan masyarakat harus memahami kejadian ini. Bahwa virus ini bukan virus yang enteng. Harus tetap waspada, jaga jarak, jaga kebersihan,” demikian Jajat.

Kepala Desa Sukajaya Nenden Dewi Respati menyebutkan adanya penjemputan di lokasi kejadian yang berada di desanya di luar prediksinya. Apalagi sebut dia MAP bukan warga Desa Sukajaya. “Jadi intinya bukan kami yang tidak seteril, karena kan kami juga tidak bisa mengontrol orang luar datang ke Sukajaya. Tapi pada dasarnya, Alhamdulillah sampai saat ini pun, Sukajaya dalam kondisi yang baik-baik dan aman-aman saja. Karena kejadian yang kemarin itu bukan warga kami, hanya kebetulan dia numpang salat di masjid yang ada di wilayah kami,” tandasnya. ***

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 27 kali

Baca Lainnya

Pasca Insiden Unras, 135 Anggota Ormas GMBI Asal Sumedang Kena Sanksi Wajib Lapor

28 Januari 2022 - 17:58 WIB

Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, saat memberikan arahan pada 135 anggota GMBI Sumedang di Mapolres Sumedang. Jumat, 28 Januari 2022.

Disparbudpora dan DPMPTSP Sosialisai OSS ke Pengelola ODTW di Sumedang

27 Januari 2022 - 17:25 WIB

Sebanyak 25 pengelola object daya tarik wisata (ODTW) di Kabupaten Sumedang mendapat sosialisasi Online Single Submission (OSS). Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) dan DPMPTSP Kabupaten Sumedang di Objek Wisata Pangjugjugan Desa Cilembu Kecamatan Pamulihan. Kamis, 27 Januari 2021.

Truk Hilang Kendali Seruduk Kendaraan Lain di Kawasan Cimanggung

24 Januari 2022 - 22:43 WIB

Tabrakan beruntun terjadi di jalur Bandung-Garut tepatnya di kawasan Kecamatan Cimangung, Kabupaten Sumedang Jawa barat, sekira pukul 19.30. Senin, 24 Januari 2021.

Besok, Tol Cisumdawu Seksi 1 Mulai Dibuka

24 Januari 2022 - 22:32 WIB

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan Jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) Seksi 1 ruas Cileunyi-Pamulihan, Senin (24/1/022).

Satu Keluarga Tertimbun Longsor, Seorang Meninggal Dunia

22 Januari 2022 - 18:44 WIB

Satu keluarga tertimbun tanah saat longsor terjadi di Dusun Cukanggaleuh, Desa Cisurat, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Sabtu, 22 Januari 2022.

Diduga Rem Blong, Truk Angkut Pasir Seruduk Bangunan SDN Cibeureum 4

20 Januari 2022 - 17:29 WIB

Sebuah Truk Angkut Pasir diduga rem blong sehingga harus menimpa ke sebuah ruangan Sekolah Dasar Negeri Cibeureum 4 Desa Cibeureum kulon Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang.
Trending di SUMEDANG