Home / Nasional / Pilihan Redaksi

Selasa, 8 September 2020 - 20:54 WIB

Atalia Minta UMKM di Jabar Hadirkan Produk yang Dibutuhkan Konsumen

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil saat memberikan arahan dalam Peningkatan Kapasitas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PK2UKM) di Grand Hotel Cordela, Kota Bandung, Selasa (8/9/20).

RIZAL/HUMAS JABAR BERI ARAHAN: Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil saat memberikan arahan dalam Peningkatan Kapasitas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PK2UKM) di Grand Hotel Cordela, Kota Bandung, Selasa (8/9/20).


KOTA BANDUNG, SO — Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) intens meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satunya dengan menggelar Peningkatan Kapasitas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PK2UKM).

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil mengatakan, pandemi COVID-19 memukul ribuan UMKM di Jabar. Meski begitu, keinginan warga Jabar untuk berwirausaha meningkat.

“Semua mulai berpikir untuk membuka usaha sendiri. Semua mulai berwirausaha. Kalau produk kita tidak unik dan kreatif, kita tidak akan bertahan,” kata Atalia saat memberikan arahan dalam PK2UKM di Grand Hotel Cordela, Kota Bandung. Selasa, 8 September 2020.

Baca Juga  Di Sumedang Hewan Kurban Wajib Memiliki Surat Keterangan Sehat Hewan

Menurut Atalia, Gubernur Jabar Ridwan Kamil sempat mengatakan bahwa ada sejumlah hal yang mesti diperhatikan saat akan mulai berwirausaha, yakni menghadirkan produk yang dibutuhkan, disukai, dikenal, dan mudah didapatkan masyarakat.

Untuk mengetahui hal-hal tersebut, kata Atalia, pelaku UMKM harus menyurvei pasar dan menyusun strategi pemasaran dengan komprehensif. Dua hal tersebut menjadi penting saat akan mulai berwirausaha.

“Kang Emil (sapaan Ridwan Kamil) menyampaikan, kita harus melampaui empat hal, yaitu produk harus dibutuhkan dan produk harus disukai. Jadi survei itu penting untuk melihat minat masyarakat,” ucapnya.

“Selain itu, produk harus diketahui atau dikenal, dan produk juga harus bisa dibeli, sehingga penting untuk memiliki strategi pemasaran dan kita harus bisa tentukan target sasaran,” imbuhnya.

Baca Juga  Ini Tiga PR yang Belum Selesai di Masa Irwansyah Putra

Atalia menyatakan, pandemi COVID-19 tidak hanya menjadi tantangan bagi pelaku UMKM, tetapi juga peluang. Maka, ia berharap dengan adanya PK2UKM, kapasitas dan kapabilitas pelaku UMKM Jabar dalam mengembangkan usahanya dapat meningkat.

“Mudah-mudahan pelatihan ini bisa menjadi bekal supaya kita bisa tahu apa yang akan kita pasarkan nanti,” katanya.

PK2UKM diikuti oleh 50 peserta dan berlangsung selama tiga hari dari 8 September sampai 10 September 2020. Peserta akan mendapatkan materi tentang pengemasan dan membangung jaringan bisnis. Protokol kesehatan diterapkan dengan ketat selama PK2UKM berlangsung. ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Deden Yayan Rusyanto selaku Ketua Pelaksana Musda X

Pilihan Redaksi

Musda Golkar X Gagal Diselenggarakan di Sumedang, Deden: Tak Ada Masalah Apa-apa

JATINANGOR

Pamdal IPDN Jatinangor Tangkap Pelaku Pencurian, Ditangani Polisi

Pilihan Redaksi

Sebuah Motor Terbakar di Sekitar KUA Cimanggung

OLAHRAGA

Horee Bonus Olimpiade dan Paralimpiade Cair

Pilihan Redaksi

Sidik Jafar Ngagogo Bareng Warga di Sungai Cipicung

Pilihan Redaksi

Ada PNS Nasional yang Menyalonkan Sekda Sumedang?

OLAHRAGA

Atlet Paralayang Sumedang Ini Dapat Kadeudeuh Paling Gede

Pilihan Redaksi

Ini Arti Nomor Tiga Bagi Pasangan Zaenal Alimin-Asep Kurnia