Home / Pilihan Redaksi / SUMEDANG

Sabtu, 3 Juli 2021 - 15:16 WIB

Selama Penerapan PPKM Darurat, Tempat Wisata di Sumedang Ditutup Sementara

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumedang, Hari Tri Santoso, saat sosialisai memakai masker di tempat wisata di Lokasi Wisata Tanjung Duriat. 9 Januari 2021.

INSTAGRAM @HARI_TRI_SANTOSA SOSIALISASI PROKES: Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumedang, Hari Tri Santoso, saat sosialisai memakai masker di tempat wisata di Lokasi Wisata Tanjung Duriat. 9 Januari 2021.


SUMEDANG – Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumedang, Hari Tri Santoso mengimbau agar sejumlah tempat wisata yang ada di Kabupaten Sumedang ditutup sementara selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyaraka (PPKM) Darurat. Penutupan sementara itu berlangsung mulai 3-20 Juli 2021.

“Dinas Parbudpora Kabupaten Sumedang mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat, propinsi jawa barat dan Bupati Sumedang terkait PPKM Darurat tersebut. Kami juga segera bertindak cepat merespon kebijakan tersebut dengan mengadakan zoom meeting bersama seluruh elemen pelaku sektor pariwisata, kebudayaan, ekonomi keatif, kepemudaan dan Olah Raga. Yang memutuskan seluruh tempat pariwisata ditutup sementara,” ujar Hari dalam keterangannya. Sabtu, 3 Juli 2021.

Termasuk juga sebut dia kegiatan resepsi pernikahan yang dibatasi jam operasional dan jumlah orang yang hadir tidak kurang dari 30 orang.

Baca Juga  Ini perkembangan elepasi air Jatigede hari ini

“Iya, resepsi pernikahan dibatasi kegiatannya dengan ketentuanjam operasionalnya sampai dengan pukul 12.00 WIB. Terus, hanya akad saja yang dihadiri keluarga inti paling banyak 30 orang disesuaikan dengan kapasitas tempat. Diingatkan, tidak ada kegiatan resepsi/penerimaan tamu undangan. Kemudian juga penyediaan makanan dalam tempat tertutup untuk dibawa pulang; dan tentu saja dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat,” tandasnya.

Keputusan itu sebut dia sesuai dengan sosialisasi PPKM Darurat untuk seluruh sektor pariwisata di Kabupaten Sumedang sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Corona Virus 2019 di Wilayah Jawa dan Bali. Kebijakan PPKM Darurat dari tanggal 3 Juli sampai 2O Juli 2021 termasuk di Sumedang.

Baca Juga  Empat orang bukan muhrim terjaring razia Pekat

Tak hanya sektor wisata yang terkena imbas penerapan kebijakan tersebut. Kegiatan pada sektor esensial meliputi sektor keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non-penanganan karantina Covid-19 dan industri orientasi ekspor diberlakukan pegawai bekerja dari kantor (work from office) paling banyak lima puluh persen dengan protokol kesehatan secara ketat.

Selain itu sebutnya, kegiatan seperti makan/minum di tempat umum meliputi warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima dan lapak jajanan baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mal hanya melayani pesan antar dan tidak menerima makan di tempat (dine-in). Dan dibatasi jam operasionalnya sampai dengan pukul 20.00 WIB. ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Nur Fatimah seorang pedagang Tahu Sari Gurih di Jalan Samoja, Sumedang.

Pilihan Redaksi

Imbas Pandemi Covid, Pedagang Tahu Sumedang Sepi Pembeli

SUMEDANG

AKB Sumedang, Semua Layanan Puskesmas Kota Kaler Sudah Dibuka

Pilihan Redaksi

Bus Damri Terbakar, Ini Penjelasan Supir

Pilihan Redaksi

Lima Cagub Perseorangan Hadiri Sosialisasi Silon

PENDIDIKAN

Dewan, Pertanyakan Bantuan Fasilitas Pendidikan Harga Miliaran
Calon Ketua DPD Partai Golkar Sumedang, Yogi Yaman Santosa, memilih walkout saat penetapan Hasil Rapat Paripurna VI dengan acara pemilihan ketua formatur DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang Masa Bakti Tahun 2020-2025.

Pilihan Redaksi

Yogi Anggap Pelaksanaan Musda X Partai Golkar Sumedang Tidak Sah

OLAHRAGA

Pesan Menpora ke Peserta SSEAYP 2016: Sebarkan Virus Kebaikan

Pilihan Redaksi

Pembangunan Infrastruktur Wado Dianggarkan Rp 14 Miliar