Pilihan Redaksi, SUMEDANG

Sepekan PPKM, Wabup Sumedang Menilai Mulai Efektif Tekan Penyebaran Covid-19

Penulis: IGUN GUNAWAN | Editor: Redaksi
Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan pantau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM Darurat) di beberapa Posko Satgas Desa di Kecamatan Tanjungsari. Senin, 12 Juli 2021.
Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan pantau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM Darurat) di beberapa Posko Satgas Desa di Kecamatan Tanjungsari. Senin, 12 Juli 2021. | FOTO: Istimewa

SUMEDANG Wakil Bupati Sumedang, H Erwan Setiawan, memastikan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM Darurat) Dinilai mulai efektif. Hal itu seiring dengan menurunnya angka penyebaran Covid-19 secara signifikan.

Alhamdulillah, di masa PPKM Darurat penurunannya sangat signifkan dan pengendaliannya cukup bagus. Hal Ini bisa dilihat dari pemantauan hari ini. Mudah-mudahan diakhir masa PPKM Darurat sampai tanggal 20 nanti Sumedang bisa terbebas dari Covid-19,” ujar Erwan dalam keterangannya saat melakukan pemantauan di Posko Satgas Desa dan Kecamatan di Tanjungsari. Senin, 12 Juli 2021.

Selain memberikan arahan ke para petugas dalam optimalisasi pencegahan penyebaran Covid-19, Wabup juga memastikan Posko Satgas Covid-19 di tingkat desa benar-benar ada dan berfungsi dengan baik. Termasuk ketersediaan data sampai tempat isolasi.

Baca Juga  Face Shield Ariani Produksi Sumedang Mampu Tembus Pasar Solo

“Dari pantauan di wilayah kecamatan Tanjungsari khususnya di Desa Jatisari, tempatnya sudah refresentatif, bagus dan nyaman. Insyaallah jika ada pasien yang terpapar, penanganannya juga bisa cepat,” ungkapnya.

Bahkan menurutnya, di Kecamatan Tanjungsari seperti di Desa Jatisari dan Gudang, selama penerapan PPKM Darurat,  kasus orang yang terpapar Covid-19 terus mengalami penurunan. Bahkan di dua tempat itu, tak ada laporan kasus orang meninggal karena Covid-19.

Baca Juga  Tak Pakai Masker, Delapan Warga Buahdua Terjaring Operasi Yustisi

“Mudah-mudahan bisa terus dipertahankan dan dicegah jangan sampai terus menyebar. Seandainya ada yang memerlukan isolasi mandiri, sudah ada ruang isolasi yang representatif. Saya harap semua desa bisa seperti ini,” demikian Erwan Setiawan. ***

Tinggalkan Balasan