Pilihan Redaksi, SUMEDANG

Anak Tukang Parkir Derita Tumor Jinak, Butuh Bantuan Biaya Hidup Saat Operasi Tahap Tiga

Penulis: IWAN RAHMAT | Editor: Redaksi
Evan Ilham, 5 tahun, warga Cikeruh, Kecamatan Jatinangor didiagonosa dokter menderita penyakit limfangioma hydromakoli.
Evan Ilham, 5 tahun, warga Cikeruh, Kecamatan Jatinangor didiagonosa dokter menderita penyakit limfangioma hydromakoli. | FOTO: Iwan Rahmat/SO

SUMEDANGONLINE, Sumedang: Keluarga Evan Ilham, anak berusia 5 tahun warga Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, yang menderita limfangioma hydromakoli sejak lahir. Berharap adanya bantuan untuk biaya hidup saat menunggu Evan dioperasi tahap tiga.

“Menderita penyakit limfangioma hydromakoli, atau bahasa kita mah kelenjar betah bening dan tumor jinak sejak lahir,” ujar Tatan selaku ayah dari Evan Ilham. Kamis, 2 September 2021.

Evan sendiri sudah melakukan dua dari seharusnya tiga kali operasi. Untuk operasi ketiga dikatakan Tatan, terkendala pandemi Covid-19 hingga saat ini belum bisa dilaksanakan.

“Yang sudah dilakukan operasi dua kali, sekarang lanjut operasi yang ketiga. Cuman kehambat kemarin ada Covid. Jadi terhambat,” imbuhnya.

Baca Juga  Kapolres Sumedang Tinjau Pelaksanaan Operasi Pasar Minyak Goreng

Tatan Berharap adanya uluran tangan para dermawan untuk membantu biaya hidup sehari-hari selama menunggu anaknya. Apalagi dirinya kesehariannya bekerja sebagai tukang parkir.

“Yang berat itu biaya operasional sehari-hari selama menunggu Evan di rumah sakit itu kan bisa sampai satu bulan. Tapi kalau biaya operasionalnya untuk operasinya sendiri, Alhamdulillah sudah ditanggung BPJS,” imbuhnya.

Evan sendiri sebut Tatan, jika penyakitnya tidak kambuh dia hidup seperti anak seusianya. Namun, jika sedang kambuh, dia langsung mengurung diri hingga hampir seminggu lamanya.

Baca Juga  150 Lansia di Desa Sukajaya Divaksin, Kades Mekarmulya Bantu Warga Isoman

Alhamdulillah kalau ngga kambuh aktivitas biasa kayak anak yang normal, cuman kalau lagi kambuh, pipinya makin bengkak. Dia tidur saja merasakan kesakitan. Jarak tiga hari sampai seminggu,” bebernya. ***

Tinggalkan Balasan