SUMEDANG, Selasa (19/05/2026) – Kesuksesan Turnamen Bola Voli Dewa 86 di Lapangan Bola Voli Tugu, Desa Wado, Kabupaten Sumedang, dinilai menjadi momentum kebangkitan olahraga voli lokal sekaligus membuka peluang lahirnya atlet berbakat dari daerah. Tokoh olahraga Sumedang Timur, Daday Hidayat Amar, menyebut keberhasilan turnamen tidak lepas dari semangat kebersamaan masyarakat dan dukungan pemuda Desa Wado dalam seluruh rangkaian penyelenggaraan.
Daday Hidayat Amar, yang juga orang tua dari Shakira, pemain Livin Mandiri, mengatakan turnamen tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda sesaat. Ia menilai Desa Wado memiliki potensi besar yang perlu dikembangkan agar mampu melahirkan atlet berprestasi hingga tingkat nasional.
“Saya sangat berharap ada tindak lanjut dari turnamen ini. Wado memiliki potensi besar yang selama ini mungkin belum tergarap maksimal. Semoga dari acara ini lahir atlet-atlet berbakat yang mampu mengharumkan nama Wado di tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional,” ujarnya.
Perhatian khusus diberikan Daday kepada Jajat Kurniawan, bocah berusia 12 tahun yang masih duduk di kelas 6 SD Kurnia Cibugeul. Jajat dinilai tampil percaya diri saat bermain bersama pemain klub profesional dalam turnamen tersebut.
Menurut Daday, keberanian dan mental bertanding Jajat menjadi bukti usia bukan penghalang untuk menunjukkan kemampuan di cabang olahraga bola voli.
“Meski baru berusia 12 tahun, ia mampu bermain percaya diri dan tidak kalah dengan pemain profesional. Mentalnya luar biasa. Anak seperti ini perlu dibina secara serius agar bisa menjadi atlet profesional,” katanya.
Respons positif juga datang dari warga Desa Wado. Mereka mengaku bangga karena kegiatan olahraga berskala besar seperti Turnamen Bola Voli Dewa 86 sudah lama tidak digelar di wilayah tersebut.
Warga berharap fasilitas lapangan voli yang telah tersedia dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendukung pembinaan generasi muda di bidang olahraga.
Sementara itu, pemerhati olahraga Sumedang Timur, Kosam Erawan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan turnamen, termasuk Kedai 86 yang dinilai berkontribusi besar melalui dukungan pendanaan.
“Kita harus mengucapkan terima kasih kepada Kedai 86 yang telah mengeluarkan dana demi terselenggaranya turnamen ini. Ini kontribusi nyata bagi kemajuan olahraga dan masyarakat Desa Wado,” ujarnya.
Kosam juga mengapresiasi peran Federasi Bola Voli Indonesia (PBVSI) yang menugaskan wasit untuk memastikan pertandingan berjalan profesional dan sesuai standar.
Ia berharap kolaborasi antara masyarakat, penyelenggara, dan pemangku kepentingan olahraga dapat terus berlanjut untuk mendorong perkembangan bola voli di Sumedang Timur. (Fitriyani)










