Sumedang, 30 Oktober 2024 – Aparat di Kecamatan Darmaraja bersinergi dalam mengatasi kenakalan remaja, khususnya keterlibatan dalam geng motor, melalui pembinaan yang melibatkan Polsek, Koramil, dan Pemerintah Kecamatan Darmaraja.
Kapolsek Darmaraja, Kompol Agus Rudiarto, menyampaikan bahwa pembinaan ini dilakukan sesuai arahan pimpinan dan sejalan dengan pernyataan Presiden RI yang menegaskan bahwa geng motor tidak memiliki tempat di Indonesia. Sejumlah remaja yang terjaring razia sementara ditahan motornya di Mapolsek Darmaraja selama satu bulan sebagai efek jera.
“Ini kebijakan saya, bukan untuk ditilang tetapi sebagai efek jera agar tidak digunakan untuk kegiatan negatif seperti konvoi yang merugikan,” ujar Kompol Agus dalam pertemuan dengan para remaja dan orangtua di Mapolsek Darmaraja. Rabu, 30 Oktober 2024.
Sementara itu, Danramil 1010/Darmaraja, Kapten Cba Tony Setia Bintara, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk kasih sayang kepada generasi muda untuk mencegah mereka terlibat hal-hal merugikan.
“Pemerintah telah menargetkan generasi emas 2045. Jadi, penting bagi kita menyiapkan anak-anak muda agar siap menjadi pemimpin bangsa,” ungkap Kapten Tony.
Camat Darmaraja, Widodo Heru Prasetyawan, bahkan mengusulkan agar remaja yang terjaring dapat menjadi duta anti-kenakalan remaja. Ia menekankan pentingnya rasa syukur di kalangan remaja serta mengutip pesan Presiden Prabowo, “Kalau kita tidak bisa bermanfaat untuk 100 orang, jadilah manfaat untuk 10 orang, 1 orang, atau minimal untuk diri sendiri. Dan kalau kita tidak bisa bermanfaat, jangan sampai merugikan orang lain,” katanya.
Dengan upaya bersama ini, aparat di Darmaraja berharap para remaja dapat lebih bertanggung jawab dan menjauhi aktivitas negatif. Mereka yang terjaring razia juga memberikan pernyataan sikap tidak akan terlibat dalam geng motor atau kegiatan lainnya yang dapat merugikan ketertiban umum.***
