Sumedang, 18 November 2024 – Kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sumedang dengan PT Technolife Group dalam penggunaan teknologi Dapur Satelit mendapat apresiasi dari Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman. Pujian itu disampaikan Herman saat menghadiri peluncuran uji coba program Makan Siang Bergizi di SDN Sirahcai Jatinangor, Senin (18/11).
“Saya sampaikan apresiasi kepada Pj Bupati Sumedang beserta jajaran yang telah melaksanakan uji coba makan siang bergizi selama dua bulan. Program ini melibatkan partisipasi masyarakat dan dunia usaha, serta didukung oleh APBD Perubahan,” ujar Herman.
Teknologi Dapur Satelit sebagai Solusi Inovatif
Herman menilai inovasi Dapur Satelit yang dikembangkan bersama PT Technolife Group sebagai solusi teknologi yang mampu menjamin kualitas, efisiensi, dan akuntabilitas program.
“Kolaborasi ini sangat baik. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut sesuai situasi dan kondisi. Pemda Jawa Barat bersama 27 kabupaten/kota sangat mendukung program Makan Siang Bergizi, sebagai salah satu program andalan Presiden dan Wakil Presiden,” tambahnya.
Pemprov Jabar juga telah melakukan uji coba di beberapa kabupaten dengan mengevaluasi aspek manajerial, termasuk perencanaan, distribusi, dan kandungan gizi makanan. Herman menekankan pentingnya gizi seimbang, sesuai kebutuhan usia anak-anak.
Efisiensi dan Keunggulan Dapur Satelit
Pj Bupati Sumedang, Yudia Ramli, menjelaskan bahwa uji coba ini merupakan tindak lanjut dari program sebelumnya, namun kini didukung oleh teknologi modern.
“Dengan Dapur Satelit, makanan bisa sampai ke anak-anak dalam kondisi hangat, higienis, dan tetap terjaga nilai gizinya,” kata Yudia.
Teknologi ini dinilai lebih efektif dan efisien dibandingkan dapur konvensional, terutama dalam mengatasi masalah distribusi makanan. Program ini menjadi solusi untuk menyajikan makanan yang cepat, terjangkau, dan berkualitas.
Rencana Uji Coba di Lokasi Lain
Setelah uji coba di SDN Sirahcai Jatinangor, program ini akan dilanjutkan ke lokasi lain, yakni SDN Pamoyanan Jatigede. Setiap lokasi akan menjalani uji coba selama enam hari untuk mengevaluasi efektivitas program.
“Kami optimistis kerja sama ini akan memberikan manfaat besar dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak melalui makanan bergizi,” ujar Yudia.
Program inovatif ini diharapkan menjadi model yang dapat diadopsi daerah lain dalam mengatasi tantangan distribusi makanan bergizi bagi anak-anak sekolah. (*)
