SUMEDANG, 9 April 2025 – Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir menghadiri acara Haul ke-44 Almaghfurlah KH. Achmad Nahrowi bin Buhori yang dirangkaikan dengan Milad ke-98 Pondok Pesantren Darul Hikmah Sukawangi, Desa Tanjungmekar, Kecamatan Tanjungkerta, Rabu (9/4/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang jasa besar pendiri pesantren, sekaligus refleksi terhadap peran strategis pesantren dalam pembangunan umat.
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Hikmah, KH. Husen Ma’mun, dalam sambutannya menyampaikan bahwa KH. Achmad Nahrowi merupakan sosok ulama besar yang mendirikan pesantren pada tahun 1927 dengan penuh perjuangan di tengah keterbatasan zaman.
“Beliau adalah ulama sezaman dengan Mama Sanusi Babakan Ciwaringin. Sejak awal mendirikan pesantren, KH. Achmad Nahrowi telah menjadi pelita keilmuan yang menerangi umat,” ujar KH. Husen.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dony menegaskan bahwa Haul bukan sekadar tradisi tahunan, namun merupakan sarana untuk mendoakan sekaligus meneladani perjuangan para ulama yang telah wafat.
“Haul memotivasi kita untuk melanjutkan perjuangan beliau—mencerdaskan umat melalui pendidikan pesantren meski dengan segala keterbatasan,” kata Dony.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh civitas Pondok Pesantren Darul Hikmah yang telah berperan aktif dalam pembinaan moral dan peningkatan akhlak masyarakat Sumedang.
“Pesantren ini telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah, khususnya dalam membina karakter dan akhlak masyarakat. Semoga di usia yang ke-98 tahun, Darul Hikmah terus maju dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ucapnya.
Dalam suasana Hari Raya Idulfitri 1446 H, Bupati turut menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada masyarakat Sumedang.
“Saya mohon maaf atas segala khilaf selama menjalankan amanah sebagai Bupati. Semoga amal ibadah kita selama Ramadan diterima dan menjadikan kita insan yang lebih bertakwa,” ungkapnya.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat Ramadan dengan meningkatkan kualitas ibadah dan moralitas. Ia menekankan pentingnya menjadikan Syawal sebagai momen peningkatan spiritual dan sosial.
Menutup sambutannya, Dony mengajak seluruh hadirin menjadikan momen halal bihalal sebagai sarana mempererat ukhuwah dan membersihkan hati dari prasangka buruk.
“Mari sucikan hati, hilangkan iri dan dendam. Dengan hati yang bersih, hidup kita akan lebih tenang dan bahagia,” pungkasnya.
Ia pun memohon doa dari seluruh jamaah agar dirinya bersama Wakil Bupati selalu diberikan kekuatan dan dijauhkan dari hal-hal yang tercela dalam mengemban tugas pemerintahan. ***


















