Arafah, 6 Juni 2025 — Sebanyak 1.392 jemaah haji Indonesia dari kloter campuran yang baru tiba di Arafah pada pagi 9 Zulhijjah, diarahkan ke tenda-tenda khusus Kerajaan Arab Saudi. Hal ini disebabkan tidak tersedianya ruang bagi mereka di tenda Arafah.
Ketua Mustasyar Diny Daker Makkah, Oman Fathurahman, menegaskan bahwa lokasi tenda-tenda tersebut masih berada di area Arafah. Sehingga para jemaah tetap dapat melaksanakan wukuf secara sempurna.
“Lokasi tenda-tenda tersebut masih berada di dalam area Arafah sehingga mereka dapat melaksanakan Wukuf dengan sempurna,” jelas Oman Fathurahman, Kamis (5/6/2025).
Koordinasi antara PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) dengan pihak Saudi, termasuk Kementerian Haji dan al-Hai’ah al-Malakiyah, memastikan para jemaah mendapat fasilitas yang memadai untuk melaksanakan ibadah dengan khusyuk.
Lebih lanjut, Oman Fathurahman memaparkan skema rencana yang disiapkan otoritas Saudi bagi para jemaah tersebut:
✅ 1. Wukuf di Arafah tetap sah
Para jemaah telah sempurna melaksanakan wukuf di Arafah, sesuai sabda Nabi SAW bahwa al-hajju Arafah (haji itu adalah wukuf di Arafah).
✅ 2. Perjalanan melewati Muzdalifah
Jemaah akan langsung diberangkatkan dari Arafah menuju hotel di Mekkah setelah Magrib, melintasi Muzdalifah tanpa turun dari bus. Mereka dapat mengambil pendapat bahwa mabit di Muzdalifah adalah sunnah.
✅ 3. Ibadah di hotel setelah istirahat
Setelah tiba di hotel dan cukup istirahat, mulai pukul 00.00 WAS, jemaah bisa melaksanakan thawaf ifadah, sai, dan bercukur (tahallul awal). Setelah tahallul awal, semua larangan ihram boleh dilakukan, kecuali hubungan suami istri.
✅ 4. Mabit di Mina sifatnya sunnah
Mengingat jarak hotel yang cukup jauh dari Mina, jemaah disarankan tidak memaksakan diri untuk mabit di Mina, dan mengambil pendapat bahwa mabit di Mina adalah sunnah.
✅ 5. Lempar jumrah diwakilkan
Untuk lempar jumrah Aqabah (10 Zulhijah) dan jumrah hari-hari tasyrik, dapat diwakilkan kepada kolega yang berada di sekitar jamarat.
✅ 6. Ibadah dinyatakan sah
Dengan mengikuti skema ini, seluruh rangkaian ibadah haji mereka sudah dinyatakan selesai sebagai tahallul tsani dan dianggap sah tanpa harus membayar dam.
“Semua langkah ibadah ini telah diperhitungkan agar jemaah tetap dapat menunaikan rukun haji secara sah dan nyaman,” imbuh Oman Fathurahman.
Kemenag RI berharap informasi ini menjadi pedoman bagi para jemaah dan keluarga mereka di tanah air. Pihak Kemenag juga terus berkoordinasi dengan pemerintah Saudi untuk memastikan kelancaran dan keselamatan jemaah selama prosesi ibadah haji.***
