Gunung Kuda sendiri merupakan bagian dari gugusan Gunung Koromong, bersama Gunung Bendera, Gunung Kerud, dan Gunung Goong. Nama Koromong diambil dari bentuknya yang menyerupai alat musik gamelan, yaitu gong kecil atau “koromong”.
Kini, di tengah eksploitasi tambang yang kian masif, tragedi longsor menjadi peringatan keras tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas manusia dan pelestarian alam. Gunung Kuda tak hanya menyimpan sejarah masa lalu, tetapi juga menjadi warisan budaya dan geologi yang perlu dilestarikan untuk generasi mendatang.***


















