Badan Geologi Rekomendasikan Mitigasi Struktural di Tol Cisumdawu Km 177, Cegah Pergerakan Tanah Meluas

Polres Sumedang menunjukkan respons cepat terhadap bencana pergerakan tanah yang mengakibatkan amblesnya jalan di KM 177 Tol Cisumdawu. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan identifikasi kerusakan jalan, guna mengantisipasi potensi kecelakaan lalu lintas dan memastikan keselamatan pengguna jalan.
Istimewa/SUMEDANGONLINE
Polres Sumedang menunjukkan respons cepat terhadap bencana pergerakan tanah yang mengakibatkan amblesnya jalan di KM 177 Tol Cisumdawu. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan identifikasi kerusakan jalan, guna mengantisipasi potensi kecelakaan lalu lintas dan memastikan keselamatan pengguna jalan.

BandungBadan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merekomendasikan langkah-langkah mitigasi struktural untuk mengantisipasi meluasnya pergerakan tanah di ruas Tol Cisumdawu Km 177, tepatnya di Dusun Bojongtotor, Desa Sirnamulya, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, mengungkapkan bahwa tindakan cepat dan terukur perlu segera dilakukan untuk mencegah risiko lebih besar, baik terhadap infrastruktur jalan tol maupun keselamatan warga sekitar.

“Langkah awal yang penting dilakukan adalah pembenahan sistem drainase, baik pada permukaan maupun bawah permukaan lereng,” ujar Wafid di Bandung, Minggu (22/6).

Langkah-Langkah Mitigasi yang Direkomendasikan:

1. Drainase Sub-Permukaan:

Sistem dewatering (mengurangi tekanan air pori)

Pemasangan subsurface-geodrain atau deep well

2. Drainase Permukaan:

Perbaikan sistem aliran air hujan untuk menghindari rembesan ke tubuh lereng

3. Penguatan Lereng:

Pondasi bore pile harus tertanam melewati bidang gelincir

Perbaikan tembok penahan tanah yang rusak

4. Revegetasi Lereng:

Penanaman kembali vegetasi untuk mengurangi erosi dan infiltrasi

5. Pemantauan dan Sistem Peringatan Dini:

Pemantauan geodetik dan geoteknik secara real-time

Sistem peringatan dini untuk warga dan pengguna jalan

6. Penilaian Ulang Stabilitas Lereng:

Melibatkan model infiltrasi air dan simulasi kegempaan

Evaluasi berkala dan identifikasi zona rawan baru. 

“Jika seluruh upaya tersebut telah dilakukan namun gerakan tanah tetap berkembang, maka perlu dipertimbangkan pemindahan pemukiman di atas lereng serta relokasi jalur jalan tol,” tegas Wafid.

Sejarah dan Karakter Gerakan Tanah

Gerakan tanah di lokasi ini sudah teridentifikasi sejak 2017, jauh sebelum pembangunan jalan tol dimulai, dengan tanda-tanda berupa retakan pada area kebun dan rumah penduduk.

Pada tahun 2021, pasca pemotongan lereng untuk konstruksi tol, retakan semakin berkembang ke arah atas. Dan pada akhir Mei 2025, gerakan tanah kembali meningkat setelah hujan deras berkepanjangan.

Berdasarkan analisis lapangan dan drone LiDAR, gerakan tanah mencakup area seluas 7,36 hektar, panjang 340 meter dan lebar maksimal 275 meter. Jenis gerakan yang terjadi adalah rayapan (creep) yang lambat namun berulang, berpotensi berkembang menjadi longsoran dalam (deep seated rotational landslide).

Tanda-tanda di lapangan:

  • Retakan permukaan selebar 5–30 cm, panjang hingga 140 m, dan kedalaman 1–2 meter
  • Penurunan mahkota longsor hingga 1,65 meter
  • Kerusakan pada pile dan Dinding Penahan Tanah
  • Bulging/penonjolan badan jalan sekitar 20–50 cm

Dampak Terhadap Jalan Tol dan Warga Sekitar

Kerusakan jalan tol tercatat sepanjang 193 meter, mencakup kedua arah jalur BandungSumedang. PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) selaku pengelola jalan telah melakukan pengerukan dan perataan pada area terdampak.

Namun, kekhawatiran juga muncul dari warga sekitar, terutama yang rumahnya dekat dengan lokasi mahkota longsor. Warga berharap adanya kepastian penanganan dan jaminan keselamatan dari pemerintah. ***

Disclaimer: Iklan atau Konten dalam kotak ini bukan dibuat oleh Redaksi, tetapi pihak ke-tiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE Terima Tidak