Teheran, Sabtu (14/6/2025) — Militer Iran mengonfirmasi bahwa sejumlah drone kamikaze Arash berhasil menembus wilayah pendudukan dan menghantam target-target strategis, menyusul lima gelombang serangan rudal balistik yang menghujani berbagai situs militer dan intelijen di wilayah yang diduduki Israel sejak Jumat malam.
Sirene peringatan terus meraung di seluruh wilayah Israel sejak tengah malam hingga Sabtu pagi. Rekaman yang beredar memperlihatkan kehancuran luas di berbagai lokasi, dengan media Israel menyebut skala kerusakan kali ini sebagai yang “belum pernah terjadi” dalam sejarah rezim tersebut.
Pasca serangan awal, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa sedikitnya 150 lokasi militer, intelijen, dan fasilitas produksi senjata telah menjadi sasaran. Meskipun belum ada pernyataan resmi mengenai gelombang serangan berikutnya, laporan menyebutkan bahwa intensitas serangan terus meningkat seiring waktu. Beberapa media Israel menggambarkan hulu ledak yang menghantam wilayah mereka sebagai “mengerikan”.
Sejumlah pejabat Israel dilaporkan berlindung di bunker bawah tanah sejak serangan dimulai. Beberapa laporan bahkan menyebut bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah meninggalkan wilayah pendudukan sebelum serangan terjadi. Hingga Sabtu pagi, sedikitnya dua warga Israel dilaporkan tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Operasi militer besar-besaran Iran yang diberi sandi True Promise 3 ini merupakan balasan langsung atas serangan udara Israel yang menewaskan sekitar 100 warga Iran, termasuk perwira tinggi militer dan ilmuwan nuklir. Serangan Israel sebelumnya menargetkan gedung-gedung permukiman di Teheran serta beberapa fasilitas nuklir Iran.
Setelah gugurnya sejumlah komandan penting pada Jumat dini hari, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei segera menunjuk pengganti dan berjanji bahwa angkatan bersenjata Iran akan membuat Israel “tidak berdaya” dan “terpuruk”.
Sumber Tehran Times menyebutkan bahwa Iran akan melanjutkan serangan terhadap wilayah pendudukan dalam beberapa jam mendatang. Di berbagai penjuru Iran, warga dilaporkan turun ke jalan dan atap rumah mereka untuk merayakan serangan balasan tersebut. Sorak sorai terdengar saat rudal Iran meluncur, disertai yel-yel anti-Israel yang menggema di alun-alun kota.
Situasi di kawasan kini berada dalam status siaga tinggi, dengan potensi eskalasi konflik berskala regional semakin meningkat.***










