MINA – Jamaah haji dari seluruh dunia, termasuk Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al-Multazam Tanjungsari, Sumedang, melaksanakan prosesi melontar Jumrah Aqobah di Mina, Jumat (6/6/2025) bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1446 Hijriah.
Dalam balutan pakaian ihram, para jamaah melaksanakan salah satu rangkaian wajib haji ini dengan penuh semangat dan khusyuk. Beberapa jamaah terlihat membawa perlengkapan pribadi seperti payung, botol air minum, semprotan air, gunting, serta batu kerikil minimal tujuh butir. Mereka juga membawa kartu Nusuk, kartu maktab, dan syal bertuliskan “Al-Multazam” untuk memudahkan identifikasi.
Pembimbing KBIHU Al-Multazam Tanjungsari, KH. Asep Fu’ad Adnan, mengingatkan bahwa bagi jamaah yang uzur, lanjut usia, sakit, atau tidak mampu berjalan kaki minimal enam kilometer pulang-pergi, prosesi melontar Jumrah Aqobah sebaiknya dibadalkan atau diwakilkan kepada jamaah lain yang mampu.
“Keselamatan dan kekhusyukan dalam beribadah adalah prioritas utama kami. Oleh karena itu, kami menghimbau agar para jamaah yang tidak mampu secara fisik untuk tidak memaksakan diri,” ujar KH. Asep Fu’ad.
Prosesi melontar jumrah ini menjadi simbol penolakan terhadap godaan setan dan momen spiritual yang mendalam bagi seluruh jamaah. Para jamaah berharap ibadah ini menjadi penyempurna haji mereka dan membawa keberkahan bagi keluarga dan kampung halaman mereka. ***


















