MINA – Suasana tenda Kloter 17 di Mina pada Jumat (7/6/2025) terasa khusyuk dan penuh makna usai salat Subuh. KH. Asep Fuad Adnan memberikan kultum yang menyentuh hati para jamaah haji, terutama rombongan 4 hingga 8 yang berkumpul bersama.
Dalam tausiyahnya, KH. Asep mengajak para jamaah merenungkan kondisi tenda-tenda yang padat dan penuh keterbatasan. Ia mengibaratkan situasi tersebut seperti berada di dalam rahim seorang ibu.
“Tenda ini seperti rahim. Di dalamnya ada bayi yang hidup, makan, dan bahkan buang air di tempat yang sama. Begitu pula kita di sini—berkumpul, tidur, makan, dan beribadah dalam keterbatasan yang sama. Ini adalah simbol dari kesederhanaan dan kebersamaan,” ungkap KH. Asep Fuad dengan nada tenang dan penuh makna.
Beliau menekankan bahwa pengalaman berhaji di tenda-tenda Mina adalah pelajaran spiritual yang penting. Para jamaah, seperti halnya bayi dalam rahim, sedang melalui proses “kelahiran kembali” secara spiritual. Ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan keimanan, kesabaran, dan keteguhan hati.
Kultum singkat tersebut ditutup dengan doa bersama dan ajakan untuk saling menjaga semangat, kesehatan, serta kekompakan selama berada di Mina. Suasana yang awalnya hening berubah menjadi haru dan reflektif.
Banyak jamaah yang mengaku terinspirasi oleh pesan yang disampaikan. Mereka merasa lebih siap menghadapi rangkaian ibadah haji berikutnya, dengan semangat kebersamaan yang semakin erat.***
