Menbud Dukung Prodi Seni Pencak Silat ISBI Bandung dan Wacana Academy of Arts UNESCO

“Diperlukan upaya serius untuk menginstitusionalisasikan budaya Indonesia.” - Fadli Zon -

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyambut baik dan mendukung penuh rencana pembukaan Program Studi Seni Pencak Silat di Fakultas Seni Pertunjukan ISBI Bandung.
Dok. Yoyon Darsono/SUMEDANGONLINE
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyambut baik dan mendukung penuh rencana pembukaan Program Studi Seni Pencak Silat di Fakultas Seni Pertunjukan ISBI Bandung.

Jakarta, 3 Juni 2025Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyambut baik dan mendukung penuh rencana pembukaan Program Studi Seni Pencak Silat di Fakultas Seni Pertunjukan ISBI Bandung. Langkah ini dinilai penting, terutama setelah Pencak Silat resmi diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO.

“Menurut saya memang sudah seharusnya ada sekolah-sekolah tinggi yang mengenalkan pengetahuan tradisional Indonesia,” kata Menteri Fadli Zon dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (3/6).

Ia menilai, secara strategis, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi jembatan kerja sama internasional dalam pelestarian warisan budaya. Kehadiran prodi ini juga bisa menjadikan Indonesia sebagai rujukan global bagi studi seni Pencak Silat dan seni tradisi lainnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, delegasi dari Fakultas Seni Pertunjukan ISBI Bandung bersama para pelaku budaya dan pesilat Jawa Barat turut hadir. Mereka mendiskusikan lebih dalam pembukaan prodi baru ini serta kemungkinan mendirikan Academy of Arts di kantor perwakilan Indonesia di UNESCO.

Menurut Menteri, upaya seperti ini sangat penting untuk melembagakan budaya dan mencegah potensi konflik di masa depan. “Diperlukan upaya serius untuk menginstitusionalisasikan budaya Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Yoyon Darsono dari ISBI Bandung menjelaskan bahwa hingga kini belum ada institusi pendidikan tinggi yang secara khusus mendidik sarjana Pencak Silat dengan kurikulum komprehensif.

“Padahal ada kesenjangan besar antara status internasional pencak silat dan ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas,” jelas Yoyon.

Ia menekankan bahwa prodi ini tidak hanya akan mencetak lulusan dengan kompetensi akademik, tapi juga menjadi agen pembangunan karakter bangsa melalui nilai-nilai luhur Pencak Silat.

Selain itu, program ini diharapkan dapat berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) UNESCO, khususnya dalam pendidikan berkualitas, pelestarian budaya, dan pembangunan berkelanjutan.

“Prodi ini adalah pondasi jangka panjang yang akan memperkuat posisi Indonesia sebagai guardian dan developer warisan budaya di tingkat global,” tandas Yoyon.

Menutup diskusi, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya menyusun langkah-langkah konkrit untuk merealisasikan rencana Academy of Arts UNESCO. Dukungan penuh dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar upaya ini segera terwujud. ***

Disclaimer: Iklan atau Konten dalam kotak ini bukan dibuat oleh Redaksi, tetapi pihak ke-tiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE Terima Tidak