Sumedang – Seorang warga Desa Jatisari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, mengaku dirugikan oleh seorang oknum yang mengklaim sebagai teknisi dari PLN ULP Tanjungsari. Oknum tersebut diduga gagal menyelesaikan pemasangan KWH meter untuk kamar kos dan kini pemilik kos malah diancam membayar denda oleh pihak PLN.
Hafid, pemilik rumah kos di RT 004 RW 008, mengatakan kejadian berawal pada tahun 2016 saat ia mempercayakan pemasangan 11 unit KWH di kamar kontrakan kepada seorang oknum bernama AT yang mengaku sebagai teknisi dari PLN Tanjungsari. Dari total 22 kamar, separuhnya sudah dipasangi KWH lebih dulu. Untuk sisanya, Hafid mengaku telah membayar Rp21 juta sesuai kesepakatan, namun hanya satu unit KWH yang terpasang.
“Yang terpasang baru satu unit, sisanya tidak dilanjutkan, padahal sudah saya bayar lunas,” kata Hafid, Selasa (24/6/2025).
Setelah itu, menurut Hafid, oknum teknisi tak pernah kembali. Namun pada Senin (23/6/2025), petugas resmi dari PLN ULP Tanjungsari mendatangi rumah kos Hafid dan menyatakan bahwa terdapat dugaan pencurian listrik karena beberapa kamar tidak memiliki KWH resmi.
“Saya kaget, karena merasa sudah pasang dan bayar. Tapi saya yang kena teguran, bahkan diminta membayar denda Rp10 juta,” ujarnya.
Hafid merasa dirugikan dan berharap PLN bisa bersikap bijak terhadap kondisi yang menimpanya. Ia menegaskan bahwa dirinya juga merupakan korban dari ulah oknum yang tak bertanggung jawab, serta siap memberikan klarifikasi lengkap dengan bukti kuitansi pembayaran.
Sementara itu, pihak PLN ULP Tanjungsari menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui perbuatan oknum tersebut dan tetap meminta Hafid membayar denda. Jika tidak dibayar, sambungan listrik ke rumah kos terancam diputus.
“Kalau tak bayar, aliran listrik akan diputus,” ucap Hafid, menirukan pernyataan petugas PLN.
Kasus ini menambah daftar panjang laporan masyarakat yang merasa dirugikan oleh pihak-pihak yang mengatasnamakan instansi resmi. Hafid berharap ada penyelesaian yang adil serta tindakan dari pihak berwenang terhadap oknum bersangkutan. ***
