SUMEDANG, Selasa (19/05/2026) – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menghadiri sekaligus memberikan pengarahan pada pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Akselerasi Puskesmas Indonesia (APKESMI) Kabupaten Sumedang masa bakti 2026–2031 di Gedung Negara Sumedang, Selasa (19/05/2026). Pelantikan tersebut menjadi momentum penguatan sinergi antara tenaga kesehatan dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Ketua DPC APKESMI Kabupaten Sumedang dr. Cepy Tricahyadi mengatakan, kepengurusan baru membawa tanggung jawab besar untuk memperkuat peran puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan. Ia menyoroti tantangan keterbatasan sumber daya manusia kesehatan, khususnya dokter dan dokter gigi di puskesmas.
Menurutnya, banyak tenaga medis lebih memilih berkarier di rumah sakit swasta dibandingkan bertugas di puskesmas. Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi komitmen tenaga kesehatan untuk tetap memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.
“APKESMI hadir sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kami juga hadir sebagai penyambung lidah dan mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan berbagai persoalan di lapangan,” ujar dr. Cepy.
Ia menjelaskan, kondisi antar puskesmas di Sumedang masih menghadapi tantangan yang beragam, mulai dari keterbatasan anggaran hingga beban pelayanan yang tinggi. Namun, APKESMI menegaskan posisinya sebagai mitra pemerintah dan Dinas Kesehatan dalam memperkuat sistem layanan kesehatan.
“Tidak ada profesi yang lebih tinggi atau lebih rendah. Semua memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. Mari berjalan bersama, menyatukan langkah demi pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Sumedang,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPW APKESMI Provinsi Jawa Barat drg. Masayu Rubiyanti berharap kepengurusan baru dapat memperjuangkan berbagai isu strategis terkait pelayanan kesehatan primer di Kabupaten Sumedang. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci peningkatan integrasi layanan kesehatan.
“Kepedulian terhadap persoalan kesehatan masyarakat dan puskesmas akan sangat bermakna bagi masyarakat maupun ekosistem tenaga kesehatan. Kuncinya adalah kerja sama yang baik,” ujarnya.
Dalam arahannya, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan apresiasi atas terbentuknya APKESMI sebagai wadah akselerasi kemajuan puskesmas. Menurutnya, organisasi tersebut dapat menjadi ruang kolaborasi, pusat inovasi, sekaligus penghubung antara puskesmas dengan pemerintah daerah.
“Saya yakin asosiasi ini akan menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah. Menjadi penghubung, rumah ide, rumah inovasi, dan percepatan perubahan untuk kemajuan puskesmas ke depan,” ujar Dony.
Bupati juga mengapresiasi kontribusi tenaga kesehatan puskesmas dalam mendukung pembangunan daerah. Ia menyebutkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sumedang tahun 2025 meningkat menjadi 75,5 dan menempatkan Sumedang di posisi ketiga terbaik di Jawa Barat untuk kategori kabupaten.
“Capaian ini tidak lepas dari kerja keras semua pihak, termasuk tenaga kesehatan di puskesmas yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat,” tuturnya.
Pelantikan pengurus DPC APKESMI Kabupaten Sumedang periode 2026–2031 diharapkan menjadi langkah awal memperkuat organisasi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan primer sekaligus kesejahteraan tenaga kesehatan di Sumedang. ***
