Makkah, 10 Juni 2025 – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sukses mensafariwukufkan 477 jemaah haji lansia, risiko tinggi (risti), dan penyandang disabilitas. Safari wukuf ini menjadi alternatif penting bagi jemaah yang memiliki keterbatasan fisik atau penyakit bawaan sehingga kesulitan saat menjalankan ibadah wukuf di Arafah.
Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief, memantau langsung proses evakuasi dan pengembalian jemaah safari wukuf dari hotel transit ke hotel asal masing-masing usai puncak haji. “Sebagian jemaah sudah kembali ke hotelnya masing-masing, dan sebagian lagi dijadwalkan malam ini untuk kembali,” jelas Hilman pada Senin malam (9/6/2025).
Hilman menyampaikan apresiasi kepada lebih dari 120 petugas yang mendampingi jemaah safari wukuf. Menurutnya, dedikasi dan kesabaran mereka sangat membantu kelancaran program ini. “Saya ucapkan terima kasih atas kesungguhan petugas dalam melayani jemaah safari wukuf,” tuturnya.
Program safari wukuf dinilai sangat bermanfaat untuk jemaah yang rentan, terutama di tengah cuaca ekstrem di Arafah. Kemenag pun berencana menjadikan safari wukuf sebagai program unggulan dan akan menginformasikan hal ini kepada pemerintah Arab Saudi.
Namun demikian, Hilman berharap jumlah jemaah safari wukuf tahun depan dapat berkurang. Hal ini menjadi indikator bahwa istithaah atau kemampuan fisik dan mental jemaah semakin baik. “Kalau jumlahnya menurun, berarti istithaahnya makin baik. Kami ingin semakin kuat istithaahnya agar ibadah haji lebih mudah dijalankan,” kata Hilman.
Sebagai catatan, tahun ini awalnya diusulkan 2.600 jemaah safari wukuf, namun yang lolos hanya 477 jemaah. “Semoga tahun depan jumlah jemaah safari wukuf semakin berkurang, menandakan jemaah kita semakin siap secara istithaah,” pungkasnya. ***


















