Kabar Haji

Evaluasi Haji 2026 Dimulai, Menhaj Soroti Layanan Armuzna

Evaluasi Haji 2026 mulai dilakukan setelah fase Armuzna selesai. Menteri Haji menyoroti layanan Armuzna dan persiapan pemulangan jemaah Indonesia.
📷 Kemenhaj/SUMEDANGONLINE
Evaluasi Haji 2026 mulai dilakukan setelah fase Armuzna selesai. Menteri Haji menyoroti layanan Armuzna dan persiapan pemulangan jemaah Indonesia.

MAKKAH, Sabtu (30/5/2026) – Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Moch. Irfan Yusuf, memimpin rapat evaluasi pelaksanaan layanan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) setelah seluruh jemaah haji Indonesia meninggalkan Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah. Rapat digelar di Daker Makkah usai fase Mina dinyatakan selesai atau Mina clear, menandai berakhirnya puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Hingga pukul 15.00 Waktu Arab Saudi, seluruh jemaah haji Indonesia yang mengambil skema Nafar Tsani telah meninggalkan Mina dengan aman dan tertib. Kondisi tersebut menjadi penanda tuntasnya rangkaian utama ibadah haji di Armuzna tahun ini.

Dalam rapat tersebut, Menhaj meminta seluruh jajaran penyelenggara melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek layanan. Evaluasi mencakup pergerakan jemaah, fasilitas tenda, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan, tata kelola mabit di Muzdalifah, hingga pelaksanaan murur.

“Berakhirnya fase Mina bukan berarti tugas kita selesai. Justru saat inilah seluruh catatan lapangan harus dihimpun dan dievaluasi secara menyeluruh agar menjadi dasar perbaikan penyelenggaraan haji tahun depan,” tegas Menhaj.

Menurutnya, penyelenggaraan haji 2026 secara umum berjalan baik dan terkendali. Meski demikian, pemerintah tetap membuka ruang untuk menampung berbagai masukan dari jemaah, petugas, DPR RI, dan para pemangku kepentingan lainnya guna meningkatkan kualitas layanan pada musim haji berikutnya.

Menhaj menambahkan, evaluasi akan dilakukan lebih awal setelah Pemerintah Arab Saudi menyampaikan garis waktu awal penyelenggaraan haji 2027 kepada Indonesia. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung proses perencanaan, pengadaan layanan, dan penyempurnaan tata kelola yang lebih matang.

“Kita ingin seluruh pengalaman lapangan tahun ini menjadi pelajaran berharga. Evaluasi harus dilakukan sejak dini agar layanan haji 2027 semakin tertata, semakin ramah lansia, lebih responsif terhadap kebutuhan jemaah, serta mampu menghadirkan ibadah yang aman, nyaman, dan membahagiakan,” ujarnya.

Selain evaluasi Armuzna, rapat juga membahas kesiapan fase pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air yang dijadwalkan mulai 1 Juni 2026. Menhaj meminta seluruh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tetap menjaga kualitas pelayanan, terutama bagi jemaah yang masih menyelesaikan tawaf ifadah, jemaah lanjut usia, dan mereka yang memiliki risiko kesehatan tinggi.

Menutup rapat, Menhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah haji Indonesia atas kedisiplinan selama fase Armuzna serta kepada para petugas yang telah bekerja dengan penuh dedikasi di tengah tingginya mobilitas dan kepadatan selama puncak ibadah haji.

“Terima kasih kepada seluruh jemaah dan petugas haji Indonesia. Semangat kebersamaan, kedisiplinan, dan pelayanan yang diberikan selama Armuzna menjadi modal penting untuk terus memperbaiki kualitas penyelenggaraan haji Indonesia pada masa yang akan datang,” pungkasnya.***

⚠️ Pemberitahuan: Isi komentar merupakan tanggung jawab penuh pemberi tanggapan. Redaksi Sumedang Online tidak bertanggung jawab atas isi atau dampak yang ditimbulkan dari komentar yang dikirimkan.

Tinggalkan Tanggapan

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE Terima Tidak