Indeks

Hari Pertama Sekolah, SDN Cimuja Sambut Murid Baru dengan Semangat Tinggi

Kegiatan belajar-mengajar di SD Negeri Cimuja, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, resmi dimulai pada Senin, 14 Juli 2025.
Iwan Rakhmat/SUMEDANGONLINE
Kegiatan belajar-mengajar di SD Negeri Cimuja, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, resmi dimulai pada Senin, 14 Juli 2025.

SUMEDANG – Kegiatan belajar-mengajar di SD Negeri Cimuja, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, resmi dimulai pada Senin, 14 Juli 2025. Hari pertama sekolah diwarnai semangat tinggi para siswa, khususnya siswa baru kelas I, yang didampingi penuh oleh orang tua mereka.

Kepala SDN Cimuja, Tia Setiawati, mengatakan seluruh guru menyambut hangat kehadiran murid pada hari pertama. “Alhamdulillah, anak-anak datang disambut oleh kami para guru. Rata-rata diantar orang tua sampai ke dalam kelas, terutama siswa kelas I, yang sempat menyaksikan sebagian proses pembelajaran sebelum kami persilakan keluar,” ujar Tia saat ditemui di sekolah, Kamis (17/7/2025).

Siswa Kelas Rendah Mulai Mandiri

Pada dua hari pertama, sebagian besar siswa kelas I dan II masih ditunggui orang tua hingga jam pulang. Namun memasuki hari keempat, sebagian besar siswa sudah mulai berani belajar tanpa didampingi orang tua. “Ini menunjukkan mereka sudah mulai siap belajar mandiri di lingkungan sekolah,” kata Tia.

Program Makan Bergizi Gratis Kembali Bergulir

Bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru, program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali digelar. Setelah jeda selama lebih dari tiga minggu, tim MBG hadir tepat waktu pada hari pertama sekolah.

“Anak-anak sangat antusias. Setiap hari, Senin sampai Jumat mereka mendapatkan nasi, sayur, buah, dan ikan. Mayoritas lahap menyantap menu hari pertama,” jelas Tia.

Meski sempat menemui beberapa kendala teknis, pihak sekolah menilai variasi menu masih bisa diterima oleh siswa. Tia berharap program ini terus berjalan dan kualitas makanannya semakin meningkat.

Rasio Guru dan Siswa Masih Ideal

Saat ini, SDN Cimuja dibimbing oleh 10 tenaga pendidik yang terdiri atas 6 guru kelas, 1 guru PJOK, 1 guru Pendidikan Agama Islam, 1 guru Bahasa Inggris, dan 1 guru muatan lokal Bahasa Sunda. Jumlah siswa pada masing-masing kelas yakni:

  • Kelas I: 12 siswa

  • Kelas II: 20 siswa

  • Kelas III: 6 siswa

  • Kelas IV: 20 siswa

  • Kelas V: 5 siswa

  • Kelas VI: 10 siswa

“Dengan komposisi ini, rasio guru dan siswa masih ‘kageroh’, mudah ditangani dengan baik,” pungkas Tia. (**)

Exit mobile version