SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang terus mempersiapkan gelaran akbar Festival Pesona Jatigede 2025 yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang. Melalui rapat koordinasi yang digelar di Ruang Sekretaris Daerah, Selasa (15/7/2025), Pemkab bersama perangkat daerah dan pemangku kepentingan berkomitmen menyukseskan festival bertaraf internasional tersebut.
Festival tahun ini mengangkat tema “From Land to Culture: Jatigede for The World”, sebagai bentuk gerakan kolektif untuk memperkuat identitas budaya Sunda, mempromosikan ekonomi kreatif, dan menjadikan Jatigede sebagai destinasi wisata unggulan dunia.
Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, menekankan pentingnya strategi promosi yang modern dan global, termasuk penguatan branding serta digitalisasi. Ia mendorong pengelolaan konten visual secara profesional dengan menggandeng media sosial, influencer, serta pelaku UMKM dari desa-desa sekitar.
“Kalau ingin mendunia, maka strategi promosinya pun harus global. Branding bukan sekadar logo atau tema, tapi tentang bagaimana Sumedang bisa terus dikenang lewat visual, musik, dan pengalaman yang berkesan,” ujar Fajar.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Sumedang, Hj. Tuti Ruswati, menyampaikan bahwa Festival Jatigede memiliki nilai historis dan strategis. Sejak diresmikannya Bendungan Jatigede pada 2015, festival ini rutin digelar dan kini ditargetkan naik kelas dengan dukungan berbagai kementerian.
“Dengan momentum peresmian Jalan Lingkar Utara dan rencana kehadiran empat menteri, kita ingin menunjukkan Sumedang siap menjadi tuan rumah even internasional,” kata Tuti.
Empat menteri yang dijadwalkan hadir antara lain Menko PMK Agus Harimurti Yudhoyono, Menparekraf, Menpora, dan Menteri PUPR.
Kepala Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga, Nandang Suparman, mengungkapkan bahwa festival ini juga menjadi bagian dari rangkaian West Java Paragliding World Championship 2025 yang akan diikuti lebih dari 130 pilot dari 17 negara.
“Festival akan dibuka pada 21 September 2025 di PPS dan dilanjutkan di kawasan Lingkar Utara Jatigede, lengkap dengan atraksi udara dari Lanud Subang,” jelas Nandang.
Beragam acara menarik telah disiapkan, di antaranya:
Jatigede Aeroshow
Fun Run 5K dan Fun Walk 10K
Festival Kuda Renggong
Street Food Festival dengan lebih dari 100 UMKM kuliner lokal
Tari Umbul Kolosal yang melibatkan 500 penari dari 26 kecamatan
Pertunjukan Kacapi Naga Maung
Tak hanya itu, dalam rapat juga dibahas rencana jangka panjang, seperti pengaktifan Geotheater Rancakalong sebagai pusat pertunjukan seni harian. Lokasi tersebut akan dikelola oleh BUMDes dan masyarakat dengan melibatkan mahasiswa ISBI Bandung sebagai agen pemberdaya budaya.
Festival ini diproyeksikan sebagai ikon budaya baru Jawa Barat, sekaligus membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku ekonomi kreatif untuk membawa nama Jatigede — dan Sumedang — ke panggung dunia. (**)










