SUMEDANG – Ratusan warga tampak antusias memadati halaman Yayasan Al Ma’mun MTs Istighfarlah, Kecamatan Sumedang Selatan, Selasa (29/8/2025), dalam gelaran Safari Dakwah “Ngador” (Ngadakwah Sabarari Ngabodor), yang dikemas dengan dakwah bernuansa humor bersama komedian nasional, Mang Ohang.
Kegiatan yang menggabungkan unsur dakwah dan hiburan ini sekaligus menjadi puncak peringatan milangkala ke-15 MTs Istighfarlah. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kabupaten Sumedang, H. Saepul Amin, mewakili Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir.
Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sumedang, Kementerian Agama Kabupaten Sumedang, Kepala Desa Margalaksana, Ketua Komite MTs Istighfarlah, serta unsur RT/RW Desa Margalaksana.
Kepala MTs Istighfarlah, Imadudin, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan Safari Dakwah “Ngador” menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam membangun sinergi pendidikan dan kepedulian lingkungan.
“Kami ingin menjadikan milangkala ini sebagai momen berbagi. Bibit pohon untuk penghijauan pegunungan yang mulai gundul, dan bibit ikan untuk dimanfaatkan warga serta lingkungan sekolah,” ujar Imadudin.
Dalam kegiatan tersebut, pihak sekolah mendistribusikan ribuan bibit pohon dan sebanyak 6.000 ekor bibit ikan kepada masyarakat dan orang tua siswa, hasil kerja sama dengan dinas terkait.
Lebih lanjut, Imadudin menyampaikan bahwa sejak berdiri tahun 2010, MTs Istighfarlah telah mengembangkan berbagai program keterampilan berbasis kemandirian, seperti pelatihan menjahit, budidaya kebun sekolah, serta pengembangan ikan mujair.
“Kultur ekonomi masyarakat di sini berbasis pertanian. Maka dari itu, kami siapkan program menjahit sebagai bekal kemandirian siswa. Targetnya, lulusan kami tidak hanya bisa baca tulis tapi juga punya keterampilan hidup yang nyata,” tambahnya.
Sementara itu, Kabag Kesra H. Saepul Amin menyampaikan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Sumedang terhadap kegiatan ini, yang dinilai sejalan dengan visi daerah dalam membentuk masyarakat religius, taat hukum, dan demokratis.
“Kegiatan dakwah kreatif seperti ini sangat positif, karena menyasar seluruh lapisan masyarakat — dari siswa hingga orang tua — melalui pendekatan yang menyenangkan,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan dakwah dengan nuansa hiburan yang ringan namun tetap sarat makna dapat memperkuat nilai keimanan, membangun akhlakul karimah, serta mempererat silaturahmi antarwarga.
Safari Dakwah “Ngador” menjadi bukti bahwa penyampaian pesan keagamaan tidak harus kaku. Dengan balutan humor, edukasi, dan aksi nyata pelestarian lingkungan, kegiatan ini berhasil menciptakan suasana keagamaan yang sejuk, ceria, sekaligus membangun. (**)










