SMAN 1 Sumedang Terima 516 Siswa Baru, Sesuaikan Jumlah Rombel dengan Kebijakan Gubernur Jabar

Iwan Rakhmat/SUMEDANGONLINE
Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 untuk tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) resmi dilaksanakan di Kabupaten Sumedang. SMAN 1 Sumedang menjadi salah satu sekolah yang menerima jumlah siswa baru terbanyak, yakni 516 peserta didik.

SUMEDANG – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 untuk tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) resmi dilaksanakan di Kabupaten Sumedang. SMAN 1 Sumedang menjadi salah satu sekolah yang menerima jumlah siswa baru terbanyak, yakni 516 peserta didik.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang meminta seluruh sekolah menengah atas di wilayah Jawa Barat menyesuaikan jumlah peserta didik per kelas demi pemerataan akses pendidikan.

“Jumlah siswa yang diterima tahun ini sebanyak 516 orang. Kami membaginya dalam 12 kelas, dengan enam kelas berisi 42 siswa dan enam kelas lainnya 44 siswa,” ujar Ade Mimi Harliah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 1 Sumedang, saat ditemui baru-baru ini.

Ade Mimi menyebutkan bahwa salah satu alasan pembagian tersebut adalah agar suasana belajar tetap menyenangkan dan tidak ada siswa yang duduk sendiri di dalam kelas.

Tahap Peminatan, Bukan Penjurusan

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa saat ini siswa kelas 10 belum masuk pada tahap penjurusan, melainkan masih pada tahap peminatan.

“Siswa masih menerima pelajaran umum. Penjurusan akan dilakukan di kelas 11, disesuaikan dengan minat dan rencana masa depan siswa, misalnya ingin menjadi tenaga kesehatan atau teknisi,” tambahnya.

Sekolah Penyangga dan Prioritas Anak Putus Sekolah

SMAN 1 Sumedang juga memikul peran penting sebagai sekolah penyangga untuk 72 orang lainnya, terutama karena berada di kawasan padat calon peserta didik seperti Kecamatan Sumedang Selatan.

Penerimaan tahun ini juga memperhatikan prinsip inklusivitas melalui program PAPS (Penerimaan Anak Putus Sekolah) yang memberikan prioritas kepada calon siswa dari keluarga kurang mampu di sekitar sekolah.

“Kami menjalankan amanah ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan akses pendidikan yang merata,” kata Ade Mimi.

Penyesuaian Fasilitas dan Suasana Belajar

Meski jumlah siswa per kelas meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, pihak sekolah telah menyesuaikan fasilitas demi mendukung kenyamanan proses belajar-mengajar. Meja dan kursi tambahan telah disiapkan untuk seluruh siswa.

“Mengajar lebih dari 40 siswa tentu bukan hal mudah, tapi kami berusaha menciptakan suasana belajar yang tetap kondusif. Ini tantangan, dan kami siap menyesuaikan diri,” ungkapnya.

Dengan komitmen tinggi terhadap kualitas layanan pendidikan dan kesiapan menjalankan kebijakan pemerintah provinsi, SMAN 1 Sumedang terus menunjukkan perannya sebagai lembaga pendidikan unggulan di Kabupaten Sumedang.(**)

Catatan:

Ada kesalahan narasi dan sudah diperbaiki pada kalimat: SMAN 1 Sumedang juga memikul peran penting sebagai sekolah penyangga untuk 72 sekolah lainnya, sudah diperbaiki menjadi: SMAN 1 Sumedang juga memikul peran penting sebagai sekolah penyangga untuk 72 orang lainnya. Terima kasih.

Disclaimer: Iklan atau Konten dalam kotak ini bukan dibuat oleh Redaksi, tetapi pihak ke-tiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE Terima Tidak