SUMEDANG – Dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi penderita Diabetes Melitus dan Penyakit Tidak Menular (PTM), Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang menggelar kegiatan Refreshing Kader Posbindu PTM pada Jumat, 14 November 2025. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pemahaman dan kapasitas kader dalam melakukan deteksi dini terhadap sembilan penyakit prioritas penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa (P2PTM Keswa) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, H. Aan Sugandi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan Integrasi Layanan Primer melalui Posbindu PTM. Menurutnya, Posbindu kini menjadi salah satu garda terdepan dalam menyediakan layanan kesehatan dasar bagi masyarakat.
“Kami mengundang kader dari empat angkatan, masing-masing terdiri dari 50 kader yang berasal dari berbagai desa. Setiap desa mengirimkan lima kader untuk mengikuti kegiatan ini,” ungkapnya.
Perkuat Peran Kader dalam Deteksi Dini PTM
H. Aan menegaskan bahwa tujuan utama penyegaran ini adalah untuk mengoptimalkan kemampuan kader dalam mendeteksi berbagai penyakit tidak menular seperti obesitas, hipertensi, diabetes melitus, PPOK, hingga pemeriksaan kanker payudara mandiri (Sadari).
“Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, para kader dapat menjalankan tugasnya lebih optimal sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Data Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen angka kematian di Indonesia disebabkan oleh PTM seperti hipertensi, diabetes, PPOK, dan kanker. Karena itu, peningkatan kualitas deteksi dini dianggap sangat penting guna menurunkan angka kematian akibat penyakit tersebut.
Sejak 2019, Kementerian Kesehatan juga telah membekali kader dengan KIT PTM, yang berisi alat ukur tinggi badan, timbangan, lingkar badan, alat tensi, serta alat pemeriksaan gula darah. Dengan dukungan alat dan peningkatan kapasitas, kader diharapkan mampu memberikan layanan pemeriksaan dasar secara lebih akurat dan teratur di Posyandu maupun Posbindu.
Sembilan PTM Prioritas yang Harus Dideteksi Rutin
PTM yang menjadi fokus utama dalam kegiatan deteksi dini kader meliputi:
- Obesitas
- Hipertensi
- Diabetes Melitus
- PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik)
- Kanker payudara (Sadari)
- Kanker serviks
- Gangguan penglihatan
- Gangguan pendengaran
Penyakit degeneratif lainnya yang berkaitan dengan faktor risiko PTM
“Posbindu harus menjadi ujung tombak masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan dasar. Karena itu, deteksi dini harus dilakukan secara rutin oleh kader,” tegas H. Aan.
Dorong Keberlanjutan Program dan Pelayanan yang Lebih Komprehensif
Dengan berkembangnya sistem kesehatan berbasis Integrasi Layanan Primer (ILP), Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang menargetkan agar seluruh kader terus meningkatkan kompetensinya. Penguatan kapasitas kader dianggap penting untuk menurunkan angka kematian akibat PTM yang semakin menjadi tantangan serius di sektor kesehatan.
“Kami ingin seluruh kader memiliki pemahaman yang sama tentang pentingnya deteksi dini PTM, sehingga masyarakat dapat terlindungi dari penyakit yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal,” pungkas H. Aan.
Melalui kegiatan refreshing ini, Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap pelayanan kesehatan masyarakat semakin optimal dan semakin banyak warga yang merasakan manfaat layanan Posbindu PTM di seluruh desa.***










