Sempat Sekolah di Bosnia, Siswi 14 Tahun Ini Kini Lanjutkan Pendidikan di SMPN 2 Situraja

Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, melakukan kunjungan monitoring kegiatan pembelajaran serta kondisi sarana dan prasarana di SMP Negeri 2 Situraja, Kamis (22/01/2026).
Iwan Rakhmat/SUMEDANGONLINE
Wakil Bupati Sumedang berdialog menggunakan bahasa Inggris dengan seorang siswi asal Bosnia saat kunjungan monitoring pembelajaran dan sarana prasarana di SMP Negeri 2 Situraja.

SUMEDANG — Seorang siswi berusia 14 tahun bernama Cantika Amara Ayundita kini resmi menempuh pendidikan di SMP Negeri 2 Situraja, Kabupaten Sumedang. Cantika diterima di kelas IX, meskipun sempat mengalami keterlambatan masuk sekolah pada tahun ajaran berjalan.

Cantika mengungkapkan bahwa sebelumnya ia mengenyam pendidikan sejak tingkat Sekolah Dasar hingga SMP kelas VIII di Bosnia. Kepindahannya ke Indonesia dilakukan untuk mengikuti sang ibu yang kini menetap di Kabupaten Sumedang.

“Saya sekarang sekolah di SMP Negeri 2 Situraja, diterima di kelas 9. Sebelumnya kelas 8 saya sekolah di Bosnia. Dari SD sampai SMP kelas 8 saya memang sekolah di sana,” ujar Cantika.

Ia menjelaskan bahwa kedua orang tuanya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI). Ayahnya hingga kini masih bekerja di Bosnia sebagai staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), sementara ibunya sebelumnya juga bekerja di KBRI Bosnia sebagai chef.

“Dua-dua orang tua saya orang Indonesia. Ayah saya kerja sebagai staf di KBRI Indonesia di Bosnia. Ibu saya dulu juga kerja di Bosnia sebagai chef KBRI. Sekarang saya ikut mama ke Sumedang, jadi saya sekolah di sini. Kalau bapak masih di Bosnia karena masih bekerja,” jelasnya.

Meski harus menyesuaikan diri dengan lingkungan dan sistem pendidikan yang baru serta masuk di tengah tahun ajaran, Cantika mengaku bersyukur karena diterima dengan baik oleh pihak sekolah.

“Saya merasa Alhamdulillah sudah diterima di SMP Negeri 2 Situraja walaupun saya telat masuk ke kelas 9,” ungkapnya.

Cantika juga menyampaikan tekad dan harapannya untuk dapat berprestasi serta memberikan kebanggaan bagi sekolah dan lingkungan sekitarnya.

“Saya harap bisa membanggakan semua guru-guru, semua orang di sekolah ini, dan teman-teman saya. Saya juga berharap bisa menjadi seseorang yang berguna,” pungkasnya.

Kisah Cantika menjadi gambaran semangat belajar lintas negara sekaligus bukti bahwa pendidikan dapat terus dilanjutkan di mana pun berada, selama ada kemauan, adaptasi, dan dukungan dari berbagai pihak.***

Disclaimer: Iklan atau Konten dalam kotak ini bukan dibuat oleh Redaksi, tetapi pihak ke-tiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE Terima Tidak