Sekda Sumedang Tuti Ruswati Monev Program Makan Bergizi Gratis di Situraja, Cisitu, dan Darmaraja

Tuti Ruswati selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Rabu (01/04/2026).
Iwan Rakhmat/SUMEDANGONLINE
Tuti Ruswati selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Rabu (01/04/2026).

SUMEDANGTuti Ruswati selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Rabu (01/04/2026). Kegiatan ini dilakukan di tiga wilayah, yakni Kecamatan Situraja, Cisitu, dan Darmaraja.

Dalam kegiatan tersebut, Sekda didampingi para Asisten Daerah (Asda), Staf Ahli (Sahli), serta perwakilan dari sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, DPKP, Diskanak, para camat dari Situraja, Cisitu, dan Darmaraja, serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra).

Tuti Ruswati menjelaskan bahwa monitoring dilakukan secara mendadak sebagai bagian dari evaluasi langsung di lapangan terhadap pelaksanaan program MBG.

“Hari ini kami bersama Satgas MBG Kabupaten Sumedang, yang terdiri dari unsur Forkopimda, BIN, serta berbagai dinas terkait, melaksanakan monitoring dan evaluasi secara spontan di sejumlah titik SPPG sebagai sampel,” ujarnya.

Ia menyebutkan, dari enam titik SPPG yang menjadi sasaran evaluasi, tiga di antaranya berada di wilayah Situraja, Cisitu, dan Darmaraja. Ke depan, pihaknya berencana melakukan kunjungan ke seluruh SPPG di Kabupaten Sumedang secara bertahap.

“Monitoring ini bukan untuk mencari kesalahan, tetapi memastikan bahwa standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional dan kementerian terkait dapat dijalankan dengan baik,” tambahnya.

Dalam evaluasi tersebut, sejumlah aspek menjadi perhatian, di antaranya kelengkapan perizinan seperti SLIS, sertifikat halal, kesiapan penjamah makanan, hingga pengelolaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

“Secara keseluruhan hasilnya sudah sangat baik. Hanya ada beberapa catatan kecil terkait kebersihan, tata letak, dan alur pelayanan yang perlu disempurnakan. Ini sifatnya koreksi minor, bukan hal besar,” jelasnya.

Sekda juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG di Kabupaten Sumedang, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra dan stakeholder yang telah berkontribusi menyukseskan program ini. Harapannya, pelaksanaan MBG di Sumedang dapat terus berjalan sesuai prosedur dan tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Hasil monitoring dan evaluasi ini nantinya akan dituangkan dalam bentuk rekomendasi sebagai bahan perbaikan guna meningkatkan kualitas pelaksanaan program MBG ke depan.***

Disclaimer: Iklan atau Konten dalam kotak ini bukan dibuat oleh Redaksi, tetapi pihak ke-tiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE Terima Tidak