Sumedang

Bupati Sumedang Dorong BUMDes Jadi Motor Ekonomi Desa

📷 Iwan Rakhmat/SUMEDANGONLINE
Bupati Sumedang dorong pengembangan BUMDes Sumedang berbasis digital dan ekspor. Forum BUMDes bahas ekonomi desa dan peningkatan PADes.

Sumedang, Sabtu (13/6/2026) – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menghadiri sekaligus memberikan pengarahan pada kegiatan Forum BUMDes DPW Jawa Barat dan pengurus BUMDes se-Kabupaten Sumedang bertema “Pendampingan dan Pengembangan Ekonomi Desa Berbasis BUMDes melalui BUMDes-Hub, Desa Digital, dan Desa Ekspor” di Pendopo Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS). Kegiatan ini dihadiri unsur Forum BUMDes nasional, Forkopimda, APDESI, DPMD, serta pengurus BUMDes dari seluruh wilayah Sumedang, dengan fokus memperkuat peran BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa berbasis inovasi dan digitalisasi.

Dalam arahannya, Bupati Dony menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) harus menjadi motor utama penggerak ekonomi desa. Menurutnya, penguatan BUMDes perlu dilakukan melalui inovasi, kolaborasi, serta pemanfaatan teknologi digital agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat desa.

Sementara itu, Sekjen DPP Forum BUMDes Nasional Christian Kent menekankan tiga fokus utama pengembangan ekonomi desa, yaitu pengelolaan limbah menjadi produk bernilai ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan tata kelola berbasis digital.

Ia mencontohkan pengolahan limbah sabut kelapa yang dapat dikembangkan menjadi komoditas bernilai jual, termasuk untuk pasar domestik hingga ekspor melalui program desa ekspor. Konsep tersebut dinilai sejalan dengan upaya penguatan ekonomi desa dan penanganan persoalan sampah.

“Ekonomi Indonesia harus tumbuh dari desa. Ketika desa maju, maka Indonesia juga akan semakin kuat dan maju,” ujarnya.

Christian juga menyoroti pentingnya sistem tata kelola BUMDes berbasis digital, termasuk aplikasi pelaporan keuangan yang dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan usaha desa.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas level pemerintahan, mulai pusat hingga desa, menjadi kunci agar pengembangan BUMDes berjalan terarah dan berkelanjutan sesuai dengan agenda revitalisasi BUMDes nasional.

Dari sisi daerah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumedang Widodo menyebut kegiatan ini sebagai momentum kebangkitan BUMDes di Sumedang. Ia menyampaikan bahwa sejumlah BUMDes telah menunjukkan perkembangan positif, termasuk di sektor ekspor seperti porang dan komoditas pertanian.

Widodo juga menyoroti potensi pengembangan wisata desa dan pemanfaatan lahan desa yang belum produktif. Ia menegaskan bahwa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sumedang akan terus memfasilitasi penguatan kerja sama agar BUMDes dapat berkembang lebih luas.

Selain itu, ia menegaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih bukan pesaing BUMDes, melainkan mitra strategis dalam membangun ekonomi desa dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Perwakilan APDESI Kabupaten Sumedang, Nana Suarsana, turut menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan BUMDes melalui konsep BUMDes-Hub, Desa Digital, dan Desa Ekspor. Ia menilai sinergi antar pemerintah desa dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan pembangunan ekonomi desa.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas BUMDes di Kabupaten Sumedang, sekaligus mendorong terciptanya desa mandiri, digital, dan berorientasi ekspor yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.***

⚠️ Pemberitahuan: Isi komentar merupakan tanggung jawab penuh pemberi tanggapan. Redaksi Sumedang Online tidak bertanggung jawab atas isi atau dampak yang ditimbulkan dari komentar yang dikirimkan.

Tinggalkan Tanggapan

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE Terima Tidak