Home / ARSIP

Kamis, 27 Mei 2010 - 12:32 WIB

1 Ha Sawah Terendam Longsor di Ganeas



Menutup : Tanah Longsor Menutup Sungai Cipeles. Sehingga Air Naik Ke Pesawahan Warga. Foto : Guns

SumedangOnline.Longsor di kawasan Tegal Panjang, Desa Ganeas, Kecamatan Ganeas, Kamis (27/05), menutup sungai Cipeles, sehingga air bah  menyeret lebih dari  1 Ha lahan sawah yang baru memasuki musim tanam, hal tersebut disampaikan Sekretaris Kecamatan Ganeas Manaf, ketika ditemui SumedangOnline di Kantor Kecamatan Ganeas.

Pihak kecamatan telah memanggil para kepala Desa untuk mengantisipasi Longsor Susulan, sementara penyebab longsor, dan waktu kejadian secara pasti tidak diketahui. Tidak ada korban Jiwa dalam musibah bencana alam tersebut, jumlah kerugian belum dapat ditaksir.

Baca Juga  Gula Merah, Diborong Tengkulak

“Masyarakat baru mengetahui, setelah  subuh, antisipasi sementara bagaimana agar longsor tersebut tidak sampai jebol, karena jika jebol maka Desa Saluyu akan terkena imbasnya, karena banyak rumah ditepi sungai”Ujar Manap.

Hal Senada  disampaikan Wahyu (53), menurut keterangan Wahyu, longosor terjadi sekira pukul 18.00 WIB, kemudian terjadi 2 kali longsor susulan pukul 22.00 WIB, dan pukul 02.30. Pada pukul 22.00 dia melihat lokasi dan gusuran sungai cipeles tersebut tidak separah yang ia saksikan sekerang.

Baca Juga  Latihan Paskibra, Pake Masker

“Kemungkinan pukul 02.30”Ujar Wahyu, menandaskan.

Keterangan Lain, disampaikan warga Canukur, Kecamatan Ganeas Taryana (60), dia baru mengetahui adanya longsor pada sekira pukul 05.00 WIB, bahkan menurutnya, Taryana sempat mengambil bambu dan kayu yang hanyut terbawa.**(SO1)

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

ARSIP

891 Warga Cilangkap Tolak Proyek Panas Bumi

ARSIP

BPN Sumedang Rayakan HUT Agraria ke 51

ARSIP

Jalan Ambles di Nyalindung, Lalu Lintas Buka Tutup

ARSIP

SENI TRADISIONAL MERIAHKAN 7 TAHUN RADIO BEDJA

ARSIP

Kebakaran di Ciwangi Musnahkan 3 Bangunan

ARSIP

Besok Karyawan PT DI Gelar Tahlilan

ARSIP

Tabloid Hilang Dipasaran

ARSIP

BUPATI RESMIKAN PROYEK 2009