TANJUNGKERTA – Tak hanya sembako, seperti telur dan daging ayam yang mengalami kenaikan, krupuk dapros pun tak mau ketinggalan. Kerupuk dapros banyak diproduksi dan menjadi salahsatu andalan produktivitas warga Pangkalan, Desa Mulyamekar, Kecamatan Tanjungkerta..
Dikatakan Nanih, naiknya harga krupuk dapros imbas dari permintaan yang banyak.
“Selain banyaknya permintaan, juga biasanya karena banyaknya bandar baru yang datang ke sini, yang menaikan harga,” ujar Nanih ke www.SUMEDANGONLINE.com, Minggu (22/7).
Biasanya harga kerupuk dapros, dikatakan Nanih dikisaran Rp 2.300 untuk penjualan ke bandar, saat ini ia jual dengan harga berkisar Rp 2.500 hingga Rp 2.800 per-bungkus.
Namun produktivitas Kurupuk Dapros yang dilakukan ibu 4 anak ini tidak mengalami peningkatan, hal itu menurut Nanih, karena secara fisik ia sudah tak kuat berlama-lama menunggu proses pembuatan krupuk. Padahal, dikatakannya, dengan banyaknya permintaan barang justru produktivitas harus ditingkatkan demi mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
“Kahoyong mah ditambihan ngadameul kurupuk teh, tapi tos teu kiat panas kanu tonggongna,” tambahnya.
Disebutkan Nanih, untuk membuat kerupuk dapros dapat dibuat dengan bahan pokok 5 kilogram beras, menghasilkan rata-rata 35 bungkus kerupuk dapros per-hari. Namun, untuk produksi itu dikatakan Nanih ia lakukan secara dua tahap, masing-masing per 2,5 kilogram beras per-produksi.(MAT)


Udah lumrah kalo jelang ramadhan dan idul fitri harga cabe, tomat dan beras, naek asal jangan celana kolor aja yg naik ….heee…heee….hee..:XD
bahaya atuh kolor naek mah… komo deuih andeurok nu naekna.. ke bapa2 batal puasana.. hha