Home / SUMEDANG

Sabtu, 16 Maret 2013 - 09:00 WIB

Belum Percaya Kepada Pemkab OTD Ontrog IPP



SUMEKS,KOTA- Masih belum adanya kepercayaan terhadap unsur terkait, ratusan tokoh dan para kades serta masyarakat Orang Terkena Dampak (OTD) Proyek Waduk Jatigede(PWJ) ontrog IndukPusat Pemerintahan (IPP) Kabupaten Sumedang. Hal itu dilakukan OTD karena tetap merasa dibohongi akan progress penyelesaian dampak sosial yang dilakukan pemerintah sampai saat ini.
Seperti biasa OTD membawa segala keluhan yang terjadi di wilayah terdampak, seperti pembayaran ganti dari mulai Tahun 82’-84’, relokasi dampak proyek jalan lingkar dan seabreg permasalahan yang terjadi di lapangan.

Taryana saat menyampaikan pandangannya di IPP Sumedang

Taryana saat menyampaikan pandangannya di IPP Sumedang

Ratusan OTD tersebut kemudian diterima oleh Plt Sekda sebagai pihak Panitia Pengadaan Tanah (P2T), yang didampingi dari Samsat penyelesaian dampak PWJ dan dinas-dinas terkait serta dari Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP) dan melakukan audensi.
Dalam audensi, OTD meminta pemerintah seecepatnya benar-benar menyelesaikan dampak sosial agar masyarakat OTD bisa merasakan tenang dan mendapatkan hak yang semestinya.
“Kami tak akan bosan untuk terus menanyakan, kami masih nilai pemerintah dari semua unsur masih belum berpihak kepada kami, indikasinya masih banyak terutama terkait berbagai masalah dari mulai Tahun 1982,” ungkap sesepuh OTD Djaja Albanik, Jumat (15/3).
Dalam kesempatan itu juga sejumlah Kades, seperti Kades Padajaya, Kecamatan Wado Taryana, Kades Mekarasih, Kec. Jatigede Cecep Supriatna kemudian Kades Karangpakuan, Kec. Darmaraja Dodi Catra Hermansyah, menyampaikan unek-unek yang sama, terumata kepedihan masyarakat yang selama ini belum mendapatkan kejelasan nasibnya kedepan.
Point-point yang disampaikan oleh Kades wilayah genangan tersebut merupakan kegelisahan warga karena waktu pembangunan fisik bendungan semakin dekat. Sedangkan jaminan pemerintah akan kejelasan terkait dampak sosial belum menemukan titik temu.
“Satupun point permaslahan belum yang ada di wilayah genangan belum ada yang maksimal, ini jelas jadi kekhawatiran yang mendalam di masyarakat,” ujar Taryana, Kades Padajaya.
Menyikapi hal itu, Plt Sekda Sumedang Zaenal Alimin mengungkapkan, sebenarnya pihak Pemkab juga sedang melakukan progress menyelesaikan permasalahan yang ada. Bahkan kata Sekda, pihaknya telah menginventarisir kembali segala permasalahan di setiap desa.
“Kita tetap memperhatika OTD,karena itu tanggung jawab kami juga, namun dalam prosesnya perlu kajian yang benar-benar tepat, kan semua ini juga agar warga bisa mendapatkan hak yang sesuai harapan,” ungkapnya.
Sekda juga mengatakan, pemerintah yakin bisa menyelesaikan permasalahan sebelum fisik bendungan yang aka rampung akhir Tahun 2013.
“Jangan khawatir kami pasti bisa selesaikan semua, asal didukung oleh semua warga, jadi saya harap warga bisa tenang,” ungkapnya.
Audensi yang sempat memanas itu akhirnya bubar tanpa menghasilkan keputusan, karena OTD mengambil sikap membubarkan diri, karena menganggap audensi itu tidak menghasilkan keputusan yang diharapakan (asp)

Baca Juga  Terdakwa Kasus Korupsi Jatigede, Segera Disidang
Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

SUMEDANG

F-101 Utuh, Banyak Penduduk Terlewat e-KTP

SUMEDANG

Rabu 22 April 2020, PSBB di Sumedang

Pilihan Redaksi

Perhatikan Nasib Honorer K2, Bupati Sumedang Ngaku Sudah Berkirim Surat ke Menpan RB

Pilihan Redaksi

BPBD Siap Siaga Hadapi Bencana di Sumedang

Pilihan Redaksi

Hingga Juli 2016, Enam Rumah Kebakaran di Cimungkal

Pilihan Redaksi

Jumlah Positif Covid 19 di Sumedang PCR 1 Orang, Rapid Test 11 Orang

Pilihan Redaksi

Ketua PPDI Sumedang: Apdesi dan PPDI di Kabupaten Lain mah Bersinergi
Pemerintah Desa Serang, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, bekerjasama dengan alumni IPB membuat bilik sterilisasi menggunakan antiseptik sanitizer.

Pilihan Redaksi

Cegah Penyebaran Covid 19, Desa Serang Buat Bilik Sterilisasi