Home / JATINANGOR

Kamis, 13 Juni 2013 - 15:52 WIB

Saat meresmikan Gedung Kujang, Roy Mendadak Dipanggil SBY



Menteri Pemuda dan Olahraga RI (Menpora) Roy Suryo (kiri) usai meresmikan Gedung Kujang di Bumi perkemahan Letjen Purn Mashudi Jatinangor.

Menteri Pemuda dan Olahraga RI (Menpora) Roy Suryo (kiri) usai meresmikan Gedung Kujang di Bumi perkemahan Letjen Purn Mashudi Jatinangor.

JATINANGOR – Menteri Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, Roy Suryo bersama Ketua Kwarda Jabar, Dede Yusuf M Efendi meresmikan Gedung Kujang Bumi Perkemahan Letnan Dr Ir Mashudi (Kiara Payung) Jatinangor, Rabu (12/6).
Diakui Roy kedatangan tersebut sebagai kunjungan kerjanya sekaligus memenuhi undangan dari Dede Yusuf. Bagianya keberadaan dirinya di tengah-tengah kepramukaan merupakan hal yang penting. Sebab, pramuka sebagai bagian dari pemuda sehingga perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah.
“Kami sangat mendukung kegiatan pramuka. Nantinya di Kementrian Olahraga dan Pemuda, tidak hanya bidang olahraga saja yang diprioritaskan. Tetapi segala bentuk kegiatan yang berkaitan dengan kepemudaan, termasuk pramuka di dalamnya,” kata Roy Suryo kepada Jatinangor Ekspres, kemarin.
“Kunjungan saya ini sebagai tugas kerja Kemenpora RI. Tidak semata-mata kepentingan politik atau pribadi. Diresmikannya Gedung Kujang Buper Letnan Dr Ir Mashudi sebagai penghargaan kepada sosok Bapak Pramuka di Jabar dan di Indonesia Letnan Purna Dr Ir Mashudi, juga beliau sebagai Gubernur Jabar yang ke-7. Saya berharap pemberian nama Mashudi sebagai nama gedung ini bisa membangkitkan semangat bagi pramuka di Jabar,” katanya.
Lebih lanjut, kata Roy, dengan direvitalisasinya Buper Letnan Purn Mashudi ini semoga bisa dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh pramuka tidak hanya di Jabar tetapi di seluruh Indonesia. Sebab, Buper ini sering dijadikan tempat Jambore Nasional.
“Semoga ke depan pramuka di Jabar dan di Indonesia pada umumnya lebih maju dan berkembang lagi. Kemenpora siap mendukung dan memfasilitasi itu,” tukasnya.
Ketua Kwarda Pramuka Jabar, Dede Yusuf M Efendi menambahkan upaya revitalisasi Buper Letnan Purn Dr Ir Mahsudi yang dulu dikenal dengan sebutan Buper Kiara Payung semoga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pramuka.
Sebab, dimana ada pramuka, harus mempunyai buper masing-masing. Luas wilayah sekitar 66 hektare tersebut, lanjut Dede akan direvitalisasi.
“Keberadaan Buper Kirpay ini turut membawa dampak positif bagi pramuka dan organisasi kepemudaan di Jawa Barat. Tidak hanya oleh pramuka, tetapi oleh organisasi kepemudaan, LSM, komunitas pecinta alam dan masyarakat umum. Dengan dibangunnya Gedung Kujang sebagai gedung serba guna, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pengunjung yang setiap tahun meningkat,” kata Dede Yusuf.
Adapun, pembangunan itu selain pembangunan gedung kujang juga telah dilaksanakan pembangunan rumah kegiatan Danmes, selasar upacara, pendopo, aula, pagar masjid, pagar gerbang, dan sumur air. Serta yang belum selesai yakni pembangunan teater alam dan teater rakyat, danau dan flying fox.
“Proses pembangunan Gedung Kujang dan beberapa sarana lain sebagai penunjang Kegiatan Pramuka memakan biaya Rp 4,9 miliar dan waktu pengerjaan 180 hari kalender. Buper Letnan Purn Mashudi ini sebagai aset daerah yang akan berdampak pada pemasukan PAD bagi Pemprov Jabar,” tambahnya.
Lebih lanjut, kata Dede tidak menutup kemungkinan, di daerah-daerah lain setingkat kabupaten/kota di Jabar akan dibuatkan buper. Sebab, anggota pramuka di beberapa daerah masih belum memiliki buper.
“Terakhir Buper Kirpay ini digunakan untuk Jambore Nasional yang dihadiri 16 ribu Pramuka. Dengan daya muat seperti itu, sering fasilitas di Kirpay tidak memenuhi standar dan banyak kekuranganya. Untuk itu dengan adanya revitalisasi ini diharapkan bisa memfasilitasi pramuka Jabar dan seluruh masyarakat,” pungkasnya. Sementara itu, setelah meresmikan Bumi Perkemahan Letjen (Purn) Dr (HC) Mashudi Kwarda Jawa Barat, Roy Suryo buru-buru pergi ke Puri Cikeas.
Menurut Menpora, sebelum menghadiri peresmian tersebut, Presiden sudah terlebih dahulu memanggil Roy ke kediamannya. “Yang jelas, meskipun saya dipanggil ke Cikeas, karena sudah janji dengan beliau (Dede Yusuf), saya tetap datang,” kata Roy.
Ketika ditanya apakah pemanggilan Presiden yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat terkait dengan konvensi yang akan digelar beberapa waktu ke depan, Roy mengaku belum mengetahui maksud dan tujuan pemanggilan tersebut.
“Nanti deh kalau soal itu. Keterkaitannya saya tidak tahu. Masak saya nanya ke Presiden, Bapak manggil saya apa tujuannya kan, tidak mungkin,” katanya. (imn/rki)

Baca Juga  Peserta Kupas Majalah Al-Wa’ie Membludak
Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

JATINANGOR

Aher: Bandung-Sumedang, 15 Menit

JATINANGOR

Cinema 21, Awal Ramadhan Beroperasi

JATINANGOR

Ara Minta Pemkab Sumedang Peduli Budaya

JATINANGOR

APP Kembangkan Properti dekat Kampus

JATINANGOR

Warga Mekargalih, Desak Bongkar Pagar Gereja

JATINANGOR

Siswa Al-Masoem Ini Sumbang Medali Perak di Ajang Karya Ilmiah

JATINANGOR

Macet, truk minyak nyungsep

JATINANGOR

200 Kader Keadilan ikuti Mukhoyam DPD PKS