Bapeda Sumedang Gelar Rakor Antar Daerah

Rapat koordinasi kerjasama daerah dengan tema membangun sinergi perencanaan pengembangan kawasan Jawa Barat wilayah Timur-Utara dalam menyikapi BIJB dan Aerocity, Cisumdawu serta Cikapali .
Rapat koordinasi kerjasama daerah dengan tema membangun sinergi perencanaan pengembangan kawasan Jawa Barat wilayah Timur-Utara dalam menyikapi BIJB dan Aerocity, Cisumdawu serta Cikapali .
KOTA-Rapat koordinasi kerjasama daerah dengan tema membangun sinergi perencanaan pengembangan kawasan Jawa Barat wilayah Timur-Utara dalam menyikapi BIJB dan Aerocity, Cisumdawu serta Cikapali diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumedang di Kampung Toga, Rabu (22 Agustus 2013).
Penetapan Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) menurut kepala Bapeda Sumedang Eka Setiawan, KSK dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi meliputi: kawasan perkotaan sumedang; rintisan kawasan industri Ujungjaya; kawasan waduk Jatigede; kawasan Tanjungsari dan sekitarnya; kawasan di Sentig; dan kawasan di Ujungjaya.
KSK dari sudut kepentingan sosial dan budaya berupa kawasan kampung Sunda yang terletak di kawasan Jatigede; dan KSK dari sudut kepentingan sumberdaya alam dan Iptek berupa kawasan gunung Tampomas dan sekitarnya dan Kawasan Agroteknobisnis Sumedang (KAS).
Sementara itu Kepala Bappeda Subang dr H. Komir Bastaman mengatakan peluang kerjasama di wilayah perbatasan Sumedang: kawasan industri terpadu/berikat, ruang pemasaran produk agribisnis, pengembangan sektor perikanan (wilayah Selatan Subang dan Barat Sumedang) dan supply tenaga kerja dan pengembangan SDM.
Dari bapeda indramayu, O0mat mengungkapkan kebijakan tata ruang Kabupaten Indramayu mengatakan pemanfaatan tanah terlantar dan lahan kritis. Pengembangan vegetasi tegakan tinggi yang mampu memberikan perlindungan terhadap permukaan tanah dan mampu meresapkan air ke dalam tanah. Penataan dan perluasan RTH perkotaan. Intensifikasi dan ekstensifikasi hasil hutan non kayu. revitalisasi dan peningkatan pertanian tanaman pangan peningkatan produktivitas tanaman pangan. intensifikasi dan ekstensifikasi hortikultura. Penetapan kawasan peruntukan perkebunan. Peningkatan produktivitas tanaman perkebunan. Penataan kawasan peruntukan permukiman. Penataan dan rehabilitasi kawasan permukiman.
Bapeda Cirebon HJ Tatit Konitat mengatakan, Cirebon memiliki arah kebijakan meningkatnya kualitas infrastruktur strategis kabupaten cirebon baik di kawasan perkotaan maupun pedesaan, mewujudkan kabupaten cirebon sebagai pkn yang nyaman dan metropolis melalui pembangunan yang berkelanjutan, mewjudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan melalui ketersediaan rth perkotaan dan pedesaan yang memadai dan meminimalisasi pencemaran lingkungan, mengembangkan potensi pariwisata dalam bingkai kearifan lokal. Membangun sinergi perencanaan pengembangan kawasan Jawa Barat wilayah Timur Utara dalam menyikapi BIJB dan aerocity, Cisumdawu serta cikapali disampaikan oleh : kepala bappeda kab. sumedang mengatakan bahwa kondisi secara umum kabupaten sumedang memiliki batas wilayah administratif sebagai berikut sebelah utara : kabupaten indramayu, sebelah selatan : kabupaten garut dan kabupaten bandung , sebelah barat : kabupaten bandung, bandung barat dan kabupaten subang dan sebelah timur : kabupaten majalengka sementara dari sisi kondisi ekonomi dari sektor pertanian : kontributor terbesar, lpe nya terkecil. nilai tambah sektor pertanian kecil. rtrw kabupaten sumedang tahun 2011 – 2031 : kabupaten sumedang “mewujudkan sumedang sebagai kabupaten agribisnis yang didukung oleh kepariwisataan dan perindustrian secara efektif, berdaya saing, dan berkelanjutan. sektor usaha lainnya sebagai sektor pendukung tetap perlu ditingkatkan dan dikembangkan. capaian hasil pembangunan dan kebijakan penataan ruang wilayah kabupaten meliputi :penanganan kawasan pertanian di seluruh wilayah kabupaten; penanganan kawasan-kawasan pariwisata; penanganan kawasan industri, sentra-sentra industri kecil dan industri rumah tangga; penanganan dan peningkatan fungsi kawasan lindung untuk mendukung perekonomian wilayah sesuai daya dukung lingkungan; penanganan sistem pusat kegiatan secara berimbang; penanganan interkoneksi prasarana dan sarana lokal terhadap prasarana dan sarana nasional dan regional untuk mendukung potensi wilayah; dan peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan jaringan prasarana dan sarana energi, telekomunikasi, sumber daya air, pengelolaan lingkungan, fasilitas sosial dan fasilitias umum. peningkatan fungsi kawasan untuk pertahanan dan keamanan negara. issue strategis nasionalberdasarkan kebijakan nasional dan regional pembangunan infrastruktur 5 (lima) mega proyek yaitu : . pembangunan bandara internasional jawa barat (bijb) di kertajati. pembangunan waduk jati gede. pembangunan jalan tol cikampek-palimanan . pembangunan jalan tol cisumdawu. pembangunan rel kereta api rancaekek-tanjungsari-cirebon. (IRP)
Disclaimer: Iklan atau Konten dalam kotak ini bukan dibuat oleh Redaksi, tetapi pihak ke-tiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE Terima Tidak