Sayangnya, pemelihara makam bukit Taman, Parman (62), mengaku kehilangan jejak siapa sebenarnya yang pernah tinggal dan membuat patilasan di bukit Taman tersebut, meski demikian ia yakin patilasan tersebut ada kaitannya dengan sejarah Sumedang. Dikatakan Parman secara tutur tinular (cerita dari mulut ke mulut), di lokasi tersebut pernah dijadikan sebuah pemukiman penduduk.
Keyakinan jika daerah itu pernah dijadikan pemukiman penduduk juga dikatakan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tamansari, Ahmad Rosidin Amd (26).
“Kita berasumsi di sana, masih pernah ada pemukiman penduduk karena bentuk dari artepak tersebut seperti meja tempat duduk dan satunya lagi berbentuk lisung, bahkan konon katanya alu yang terbuat dari batunya pun ada, sayang yang ada sekarang hanya dolmen dan lisung saja,” ujar Ahmad.
Disebutkan Ahmad, semasa pemerintahan Hindia Belanda, kawasan puncak pun dijadikan tempat pabrik kopi.***
⚠️ Pemberitahuan: Isi komentar merupakan tanggung jawab penuh pemberi tanggapan. Redaksi Sumedang Online tidak bertanggung jawab atas isi atau dampak yang ditimbulkan dari komentar yang dikirimkan.
