KABAR DARI GEDUNG NEGARA

Sekda Sumedang Buka MQK VI, dari pesantren untuk bangsa

Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi

SUMEDANGONLINE: Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang menyelenggarakan Musabaqoh Qiro’atil Kutub (MQK) VI Tahun 2016 Tingkat Kabupaten Sumedang di Gedung IPP Setda Sumedang, Sabtu (26/11).

MQK VI dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah H. Zaenal Alimin dengan didampingi oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Hj. Ani Gestaviani. Turut hadir dalam acara pembukaan, unsur Forkopimda Kabupaten Sumedang, MUI Kabupaten Sumedang, Kantor Kemenag Sumedang, Forum Pondok Pesantren Kabupaten Sumedang, pimpinan pondok pesantren, Dewan Juri dan para santri peserta MQK.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kabag Kesra H. Agus Suherman selaku ketua pelaksana dalam laporannya mengatakan, MQK bertujuan untuk menjaring santri pondok pesantren berprestasi dalam membaca, menterjemahkan dan memahami kitab-kitab rujukan berbahasa arab. “Tujuannya adalah untuk mendorong dan meningkatkan pemahaman dan kualitas para santri dalam membaca, menterjemahkan dan memahami kitab-kitab rujukan berbahasa arab,” ujarnya.

Baca Juga  Sekda Zaenal Alimin sidak pembangunan relokasi di Margalaksana

Tujuan lainnya, lanjut Kabag Kesra, adalah untuk menjalin silaturahmi antar pondok pesantren se-Kabupaten Sumedang dalam rangka terwujudnya persatuan, kesatuan dan Ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan peran pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam dalam mencetak kader ulama dan tokoh masyarakat di masa depan.

Kegiatan yang bertemakan “Dari Pesantren untuk Bangsa” tersebut diikuti oleh 486 peserta dari 26 pondok pesantren yang ada di Sumedang dengan melibatkan 50 orang Dewan Hakim. Adapun kitab-kitab yang dilombakan pada MQK VI Tahun 2016 sebanyak 17 kitab yang dibagi ke dalam tiga tingkatan (Marhalah).

Marhalah Ula (Tingkat Pertama) terdiri atas kitab Al Jurumiyah, Safinah, Ta’lim Muta’alim, Khulashah Nurul Yaqin. Marhalah Wustha (Tingkat Menengah)terdiri dari kitab ‘Imriti, Ta’lim Muta’alim ‘alat Tariq At Ta’alum, Syarah Al Arba’in An Nawawiyah, Fathul Qarib, Tafsir Jalalain, As-Sulam, Nurul Yaqin fi Sirah Sayyid al Mursalin. Marhalah Ulya (Tingkat Tinggi) terdiri dari Tafsir Ibnu Katsir, Ibnu Aqil (Alfiyah), Ihya Ulumudin, Riyadh Ash Sholihin, Fathul Mu’in dan Debat Bahasa Arab.

Baca Juga  Sekda Sumedang Zaenal Alimin monitoring seleksi Panwaslucam

Sekda H. Zaenal Alimin dalam sambutannya merasa bangga atas terselenggaranya kegiatan MQK sebagai sarana silaturahmi para santri Sumedang. “Saya sangat bangga dan mengapresiasi atas digelarnya kegiatan ini. Melihat antusiasme dan jumlah peserta yang ada, tidak salah salah kalau dikatakan “Sumedang beunghar ku santri,” ujarnya yang disambut gemuruh tepukan para hadirin.

Zaenal memandang kegiatan MQK merupakan penjelmaan dari salah satu Visi Sumedang Senyum Manis yaitu Agamis. “Visi yang ingin diwujudkan dari Sumedang yang Sejahtera, yang Nyunda, yang Maju, dan yang Mandiri adalah Sumedang yang didasari oleh nilai-nilai agama yang kuat. Oleh karena itu, Agamis diletakkan di belakang biar selalu diingat dan diperhatikan,” ungkapnya.

Baca Juga  ZA: Ortu harus mempunyai keinginan untuk kemajuan anaknya

Lebih lanjut Zaenal mengemukakan, tuntutan santri modern saat ini adalah bagaimana para santri bisa berkontribusi besar untuk membebaskan masyarakat dari kebodohan, kemiskinan dan kemaksiatan. “Melalui pemahaman kitab kuning yang dipelajari, para santri masa kini dituntut untuk bisa berkontribusi besar dalam memerdekakan umat, khususnya masyarakat Sumedang, dari kebodohan, kemiskinan dan kemaksiatan yang juga merupakan tugas kita sekalian,” tegasnya.

Di akhir sambutannya Sekda berharap pelaksanaan kegiatan MQK kedepan bisa lebih diperluas, ditingkatkan dan dikembangkan.
Sumedang, 26 November 2016.***

Tinggalkan Balasan