Home / Nasional

Rabu, 4 Oktober 2017 - 00:44 WIB

Cianjur Tetapkan Status Tanggap Darurat

Kondisi struktur tanah yang labil dan dipicu oleh hujan deras telah menyebabkan gerakan tanah atau longsor yang cukup luas di wilayah Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.Bencana longsor yang menimbulkan kerusakan ratusan rumah terjadi di lima dusun di Desa Waringinsari Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat, pada Minggu (01/10) pukul 17.30 WIB.

  GAMBAR_25154: Kondisi struktur tanah yang labil dan dipicu oleh hujan deras telah menyebabkan gerakan tanah atau longsor yang cukup luas di wilayah Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.Bencana longsor yang menimbulkan kerusakan ratusan rumah terjadi di lima dusun di Desa Waringinsari Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat, pada Minggu (01/10) pukul 17.30 WIB.


BANDUNG-Pemerintah Kabupaten Cianjur menetapkan status tanggap darurat bencana longsor terhitung tanggal 1-7 Oktober 2017.

Dengan status tersebut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur telah memberikan bantuan logistik berupa beras, mie instan, sarden, kecap, saus, dan minyak goreng.

Sementara BPBD Provinsi Jawa Barat telah memberikan bantuan logistik senilai Rp 360 juta berupa sandang 175 paket, Kidsware 180 paket, selimut 200 lembar, tikar 200 lembar, matras 200 lembar, familykids 200 lembar, dan mie instan 80 dus.

Baca Juga  Banjir Tahunan, sendimentasi Sungai Cikijing dan Cimande tinggi

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, Tim Reaksi Cepat BNPB melakukan pendampingan dalam penangan darurat.

“BPBD Cianjur telah mengimbau kepada masyarakat untuk menutupĀ  retakan tanah dengan menggunakan tanah liat dan mencari pos pengungsian dan posko cadangan karena dikhawatirkan longsor susulan akan terus berlangsung,” katanya seperti dilansir laman resmi pemerintah provinsi Jawa Barat.

Baca Juga  Kasus Dugaan Penimbunan Obat Covid-19, Polisi Periksa 21 Saksi

Sutopo mengatakan, masyarakat dihimbau untuk waspada dari ancaman banjir dan longsor karena saat ini masuk musim peralihan menuju musim penghujan yang diperkirakan musim penghujan akan turun awal November mendatang.

“Musim pancaroba umumnya terjadi hujan deras disertai angin kencang dan longsor adalah bencana paling banyak menimbulkan korban jiwa meninggal sejak tahun 2014-2016,” tutur Sutopo, melalui rilis yang diterima www.Jabarprpv.go.id. ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Nasional

Nah, PNS Dilarang Menerima Parsel
Gubernur Jabar Ridwan Kamil melantik 318 PNS di lingkungan Pemda Provinsi Jabar dalam acara yang dihadiri perwakilan PNS di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (18/9/20).

Nasional

318 PNS Pemprov Jabar Dilantik Gubernur
Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam acara serah terima Laboratorium Mobile BSL3 di FK Unpad, Kota Bandung. Jumat, 12 Juni 2020.

Nasional

Jabar Hadirkan Mobile Laboratorium BSL3 Bergerak, Pertama di Indonesia
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan bahwa pengurusan layanan administrasi kependudukan (adminduk) taat terhadap aturan perundang-undangan yang berlaku. Tidak ada penambahan persyaratan baru, termasuk sertifikat vaksinasi COVID-19, yang dapat mempersulit masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan.

Nasional

Kemendagri: Pengurusan Layanan Administrasi Kependudukan Tidak Perlu Sertifikat Vaksinasi COVID-19

Nasional

Kapolda Pimpin Sumpah PINTER Calon Anggota Polri

Nasional

Yonif Raider 301/PKS Bantu Pam Kunjungan Presiden RI

Nasional

Inalillahi, satu keluarga tewas tertimbun longsor

Nasional

Nurhasan: Darurat Keselamatan Kerja Projek Infrastruktur Nasional