Home / Pilihan Redaksi / Politik

Kamis, 19 Oktober 2017 - 17:11 WIB

Ingin jadi Gubernur Jabar dari jalur perseorangan siapkan 2,1 juta lebih KTP

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat menggelar sosialisasi syarat calon dan pencalonan bakal calon perseorangan pada penyelenggaraan Pilgub dan Wagub Jabar 2018.

WHATSAPP IMAGE 2017-10-19 AT 17.00.43: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat menggelar sosialisasi syarat calon dan pencalonan bakal calon perseorangan pada penyelenggaraan Pilgub dan Wagub Jabar 2018.


BANDUNG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat menggelar sosialisasi syarat calon dan pencalonan bakal calon perseorangan pada penyelenggaraan Pilgub dan Wagub Jabar 2018.

Yayat Hidayat, ketua KPU Jawa Barat mengatakan, tahapan pendaftaran Calon Gubernur dan Wakil Gubernur memang baru dimulai 8 Januari 2018 mendatang. Namun untuk calon perseorangan, dimulai dengan tahapan pendahuluan.

“Tahapan pendahuluan tersebut yakni penyerahan dukungan perseorangan dalam bentuk dukungan salinan poto kopi KTP,” kata Yayat, di Aula Setya Permana KPU Provinsi Jawa Barat, Jalan Garut 11, Bandung, Kamis (19/10/2017).

Ia menyebutkan, setiap calon perseorangan harus menyerahkan fotokopi dukungan ke KPU pada 22 November 2017.

Selanjutnya, KPU melakukan verifikasi faktual terhadap dukungan tersebut. Jika cukup, kata Yayat, bisa jadi modal untuk mendaftar pada 8-10 Januari 2018, bersamaan dengan calon yang didukung partai politik.

Baca Juga  Yana: Menangkan Mang Eka-Agung, Kudu Sinergis dengan Masyarakat

Setelah menjalani verifikasi faktual dan ternyata tidak mencukupi, maka bakal calon bersangkutan harus menyerahkan kekurangannya dalam jumlah dua kali lipat dari kekurangan. “Misalnya, jika ternyata kurang 200 ribu fotokopi dukungan, maka bakal calon perseorangan harus mengumpulkan dukungan sebanyak 400 ribu,” terangnya.

Selanjutnya, kata Yayat, KPU baru menetapkan lolos tidaknya seorang calon pada 12 Februari 2018.

Terkait persyaratan jumlah dukungan masyarakat, Yayat menyebutkan, setiap calon perseorangan harus mengumpulkan dukungan lebih dari 2,1 juta fotokopi KTP Eektronik. Angka tersebut adalah 6,5 persen dari jumlah DPT Provinsi Jawa Barat

Baca Juga  Delapan penyandang disabilitas ikut seleksi PPK

yang lebih dari 32 juta pemilih. Dukungan itu harus tersebar minimal di 14 Kabupaten/Kota dan tidak hanya berupa fotokopi KTP. Dukungan harus disertai juga keterangan mendukung pada formulir dukungan yang di dalamnya memuat nama, NIK, alamat, jenis kelamin, tempat/tanggal lahir dan usia.

Dalam sosialisasi tersebut, tiga anggota KPU mendampingi Ketua KPU Jabar, yakni, Endun Abdul Haq, Agus Rustandi dan Ferdhiman P. Bariguna. Turut hadir dari Bawaslu Jabar, serta sejumlah calon dan perwakilan yang berencana maju dari jalur independen yakni Gatot Kertabudi, Eggy Sudjana, Dade Daniswara, Ajie Giyatmiko, Jajang Suherman, dan Gungun Wiguna. (zeena)

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Prajurit Raider 301/PKS dibekali Teknik Komunikasi Sosial Melalui Pembekalan Binsiap Apnonkowil Sumedang. Kamis, 03 September 2020.

Pilihan Redaksi

Prajurit Raider 301/PKS Sumedang Dibekali Teknik Komunikasi Sosial

Pilihan Redaksi

Ribuan Pelajar SMPN 1 Sumedang Gelar Salat Istisqo

Pilihan Redaksi

Tim Doamu-Esa Umumkan Kemenangan

Pilihan Redaksi

[Pandemik Corona] Mulai Hari Ini Dilarang Mancing di Jatigede Sumedang
Sekretaris Desa Cimuja, Lukman Hakim

Pilihan Redaksi

Banprov Ujug-Ujug Datang, Warga Sempat Minta Ditolak

Pilihan Redaksi

Ini daftar nama-nama calon anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang dapat mengikuti seleksi tertulis

Pilihan Redaksi

KPU Sumedang Mulai Distribusikan Logistik Pilkada Serentak 2018

Pilihan Redaksi

TB Hasanuddin: Setop Fenomena Kerajaan dan Empire