Pilihan Redaksi, SUMEDANG

Ternyata proyek pembuangan disposal Tol Cisumdawu itu sempat ditentang warga

Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi

SUMEDANG – Lokasi bencana alam banjir di Desa Sukasirnarasa Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang berubah menjadi ajang tontonan warga yang penasaran untuk melihat kejadian banjir yang menutup akses jalan Rancakalong-Pamulihan, Rabu (8/11/2017).
Warga pun rela untuk berjalan kaki untuk menembus kawasan itu. Meski hanya sekedar menonton mereka pun mengaku prihatin dengan kejadian tersebut dan meminta pihak proyek Tol Cisumdawu agar lebih apik lagi dalam membuah disposal tanahnya.
Utep Sunarya, Ketua PP PAC Rancakalong yang turut serta membantu warga menyebutkan jika lokasi tersebut menyebutkan sebelum ada proyek Jalan Tol Cisumdawu air dalam berjalan lancar. “Menurut kami meski dengan gorong gorong itu tidak memadai, padahal dulu kita sudah tentang. Namun sebelum kepala desa yang sekarang itu di kasih izin,” ucapnya Utep.
Akhirnya apa yang dihawatirkan Utep dan masyarakat yang saat itu menentang akhirnya terbukti. “Akhirnya ada bencana seperti ini,” terang dia.
Menurut dia untuk menormaliasasi air dibutuhkan waktu hingga lima hari, itu dengan menggunakan 5 alat berat exavator. “Tapi dengan cara dibuang bukan ditumpuk di tempat yang lebih dekat, nantinya akan mendorong lagi ke bawah,” terang dengan.
Camat Rancakalong Rusmana menyebutkan penyebab banjir lantaran gorong gorongnya yang terbebeni tanah pembuangan disposal hingga amblas. “Pembuatan gorong gorong itu karena disposal, karena asalnya ini merupakan sungai biasa,” ungkapnya.
Menurut Ayi Rusmana kepala BPBD Kabupaten Sumedang pihaknya sudah mempersiapkan pompa air untuk mempercepat penyurutan air. “Nanti untuk sawah sawah yang tidak terairi bisa ditarik oleh pompa air dan alat berat dari pihak pengusaha, termasuk perahu untuk mengevakuasi warga karena jalan alternatif Rancakalong – Tanjungsari terputus,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan