29 Okt 2018 08:41 WIB | PENULIS: Fitriyani Gunawan | EDITOR: Redaksi
Penutupan Giat GMHP (Gerakan Melindungi Hak Pilih) Minggu, 28 Oktober 2018 di Car Free Day Alun-alun Sumedang.
Penutupan Giat GMHP (Gerakan Melindungi Hak Pilih) Minggu, 28 Oktober 2018 di Car Free Day Alun-alun Sumedang./SUMEDANG ONLINE
Penutupan Giat GMHP (Gerakan Melindungi Hak Pilih) Minggu, 28 Oktober 2018 di Car Free Day Alun-alun Sumedang.

[DESK] Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumedang, Ogi Ahmad Fauzi menyebutkan secara umum Daftar Pemilih Tetap (DPT) masih dalam perbaikan. Hal itu dikatannya dalam penutupan gerakan melindungi hak pilih (GMHP), Minggu 28 Oktober 2018.

Selain itu dalam siaran persnya, KPU Sumedang juga menyebutkan ada dua daerah yang masih rawan penambahan DPT yakni Kecamatan Jatinangor dan Cimanggung. Dua daerah ini disinyalir masih terus akan mengalami pergerakkan jumlah DPT seiring dengan masih banyaknya pendatang ke dua kecamatan tersebut.

”DPT di dua daerah tersebut masih terus bergerak karena disinyalir masih banyak pendatang yang masuk ke Jatinangor dan Cimanggung. Di Cimanggung banyak buruh pabrik, sedangkan di Jatinangor banyak mahasiswa yang datang dari luar Kabupaten Sumedang,” kata Ogi dalam siaran persnya.

Pergerakan DPT di Sumedang, khususnya di dua daerah itu masih akan bergerak bertambah atau berkurang hingga ditetapkan nanti pada pleno tanggal 9 November 2018. “Perbaikan sendiri masih dilakukan sampai hari ini (Minggu), bahkan jumlah pemilih millenial mencapai 30 persen,” sambungnya.

Selain itu Ogi juga menyebutkan, KPU Sumedang banyak menemui kendala. Yakni, adanya temuan warga yang belum melakukan perekaman E-KTP, sehingga masih banyak yang belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). “Ada juga beberapa daerah yang sinyal di tempat itu kurang bagus, seperti Kecamatan Surian, Kecamatan Jatinunggal, dan Kecamatan Cibugel. Jadi, pada saat pengecekan sedikit terhambat,” tutupnya. [fit]

Install SUMEDANGONLINE MOBILE
| Advertorial