Menu

Mode Gelap

Pilihan Redaksi · 27 Des 2018 12:31 WIB ·

Masuk Nisab, Baznas Sumedang Usulkan Gaji ASN ‘Dipaksa’ Dipotong Langsung

REPORTER: ADMIN | EDITOR: ADMIN

WHATSAPP IMAGE 2018-12-27 AT 11.34.05 (1):

SUMEDANG – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumedang membidik kenaikan pendapatan dari Zakat Infaq dan Sodaqoh pada Tahun 2019, mendatang. Menurut Ketua Baznas Sumedang, Ali Bajri pihaknya membidik di angka maksimal Rp 35 Miliar.

“Target kita dapat mencapai Rp 32 Miliar di 2019, dari zakat infaq dan sodaqah. Harus ada peningkatan, (tahun) kemarin kita mendapat hamper Rp 31 Miliar, (Rp) 30 (Miliar) lebih lah. Itu meningkat dari tahun sebelumnya Rp 28 Miliar, sekarang kalau bisa maksimal (Rp) 35 Miliar dari ZIS termasuk zakat fitrah,” kata Ali Bajri pada wartawan termasuk reporter Sumedang Online usai Rapat Kerja Baznas Sumedang di Hotel Asri Sumedang, Kamis (27/12/2018).

Untuk menyukseskan misinya tersebut, Baznas Sumedang akan gencar melakukan sosialisasi, termasuk dengan mengharapkan adanya instruksi pemotongan langsung dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang. Salahsatu potensi besar ZIS, sebut Ali dari zakat profesi terutama dari para muzaki yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Baca Juga  Setelah Piala Dunia, Menpora Harap Masyarakat Indonesia Giliran Ramaikan Asian Games dan Asian Para Games 2018

Menurut Ali selama ini, meski memiliki potensi besar dari zakat PNS, namun belum dilakukan secara maksimal. Dirinya tidak menampik jika setiap tahunnya terjadi kenaikan yang signifikan dari zakat profesi tersebut. Tahun 2017 Baznas menerima zakat profesi sebesar Rp 7 Miliar, ada peningkatan Rp 2 Miliar pada 2018.

“(Tahun sekarang) kita belum, potensi masih ada tapi belum maksimal. Beberapa Dinas ada yang dipotong langsung, tapi beberapa Dinas ada yang tidak, makanya sekarang harus (dipotong). Jadi kalau sekarang pegawai yang ASN ada 15 ribu, katakanlah yang membayar ada 10 ribu. Kalau dari Sepuluh Ribu satu bulannya rata-rata membayar Rp 100 ribu, satu bulan kan sudah mendapat 1,5-2 Miliar (Rupiah). Satu tahun? Sekarang kan baru 9 miliar (Rupiah) berarti ada potensi yang harus kita gali. Salahsatunya selain kita bersosialisasi, kemudian meningkatkan kesadaran mereka untuk membayar zakat, Antara lain juga pemda, pemimpin harus berani mengintruksikan itu, dan dipotong,” ungkapnya.

Baca Juga  Sumedang Kembali Raih WTP

”Di 2019 ini bagi pegawai negeri sipil yang sudah nisab. Kalau dia sudah mendapatkan gaji, honornya (Rp) Empat Juta ya sudah harus wajib menyalurkan dua setengah persen. Itu wajib, dan kalau perlu dipaksa,” tandasnya.

Perlu adanya ‘pemaksaan’ dalam membayar zakat, Ali menyontohkan pada saat zaman para Nabi, yang tak menunaikan membayar zakat sampai dipukul.

“Membayar zakat di zaman Nabi saja sampai dipukul, kalau orang sudah wajib. Orang yang sudah wajib harus dipaksa, harus dipaksa. Dipaksanya dengan instruksi dipotongan, karena ada perintah Bersihkan Dirimu karena Ada Hak Fakir Miskin. Jadi kalau kita pegang uang Rp 4 juta, wajib mengeluarkan zakat. Saya kira bagi yang tahu agama pasti respon, kalau ada alasan disana sini, itu hal biasa. Zakat mah bruto, makanya sekarang Dinas Pendidikan di potong. Kemudian depag, gaji dan sertifikasinya di potong. Tahun ini kan meningkat lagi TPP nya,” tukasnya. [fitri]

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Bupati dan Ketum Pusat Hadiri Pelantikan Koordinator Hamida Kabupaten Sumedang

29 November 2021 - 22:05 WIB

Acara pelantikan koordinator Himpunan Alumni Miftahul Huda ( HAMIDA ) Kabupaten Sumedang masa khidmat 2021 - 2026 dilaksanakan di Gedung Negara. Sabtu 27 November 2021.

Puncak Hari Jadi, Korpri Sumedang Gelar Donor Darah

29 November 2021 - 21:52 WIB

Ketua Panitia Hari Ulang Tahun ke-50 Korp Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Tingkat Kabupaten Sumedang, Dadang Sulaeman

Jadwal Pertandingan Perses Sumedang di Liga 3 Seri 1 Group A

29 November 2021 - 19:17 WIB

Jadwal Pertandingan Perses Sumedang

Letkol Inf Mohammad Syaifuddin Fanany Kini Jadi Komandan Batalyon Infantri Yonif Raider 301/PKS

26 November 2021 - 13:14 WIB

Jabatan Komandan Batalyon Infantri Raider 301/Prabu Kian Santang resmi diserahterimakan dari Letkol Inf Wahyu Alfian Arisandi ke Letkol Inf Mohammad Syaifuddin Fanany. Upacara serah terima jabatan dipimpin KASBRIG 15 Kujang/II Kodam III/Siliwangi Letkol Inf Imam Wicaksana di Lapangan Yonif Raider 301 Prabu Kian Santang Sumedang Jawa Barat. Selasa, 24 November 2021.

Imbas Pandemi Covid-19 Angka Kemiskinan Ekstrim di Kabupaten Sumedang Naik Jadi 10,26 Persen

26 November 2021 - 13:04 WIB

Mety Supriyati selaku Kepala Bidang Pemerintahan dan Sosial pada Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Sumedang menyebutkan akibat pandemi Covid-19, angka kemiskinan di Kabupaten Sumedang meningkat dari 9,05 persen menjadi 10,26 persen.

Sambil Menangis Yana ‘Cadas Pangeran’ Sampaikan Permohonan Maaf pada Masyarakat

22 November 2021 - 12:15 WIB

Yana Supriatna, saat menyampaikan permohonan maaf di Mapolres Sumedang. Senin, 22 November 2021.
Trending di SUMEDANG