Sumedang

Aksi Pembacokan dalam Masjid, Tak Ada Kaitan dengan Bangkitnya PKI

Kapolres Sumedang, AKBP Hartoyo saat menunjukkan rekam medis K yang merupakan pelaku pembacokan hingga korban meninggal dunia di dalam masjid.

SUMEDANG.ONLINE, MAPOLRES – Kepala Kepolisian Resort Sumedang, AKBP Hartoyo, memastikan tak ada kaitan kejadian pembacokan di dalam Masjid Miftahul Falah RT 02 RW 02 Dusun Salam Desa Sindangsari Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang, dengan bangkitnya Partai Komunis Indonesia (PKI).

Hal itu menanggapi adanya informasi bohong yang tersebar di jejaring media sosial yang mengaitkan kejadian tersebut dengan indikasi bangkitnya PKI di Indonesia, seperti ditulis pemilik akun Bryan Santoso. Tulisan tersebut hingga pukul 20.13 sudah dibagikan hingga 4 ribu kali.

”Dan Terjadi Lagi… Kebiadaban Demi Kebiadaban.. Semoga Khusnul Khotimah Saudaraku… Info & Mohon Kroscek ke yg ada akses ke TKP! 🙏 Waspada!!indikasi nyata PKI mulai bangkit.._,” tulis pemilik akun Bryan Santoso dengan memilintir informasi dari Dandim 0610 Sumedang.

Tangkapan Layar Akun Bryan Santoso.

Menanggapi hal itu Kapolres Sumedang, AKBP Hartoyo, memastikan tak ada kaitannya kejadian tersebut dengan kebangkitan PKI seperti tertulis dalam akun tersebut. “Makanya saya luruskan tidak ada (PKI) wong itu tetangganya sendiri,” tandas Kapolres Sumedang, AKBP Hartoyo pada wartawan di Mapolres Sumedang, Jumat, 15 Februari 2019.

“Tidak ada motif lain, motifnya dendam pribadi. Jadi, jangan dikait-kaitkan dengan motif yang aneh-aneh ya. Ini murni dendam tak jelas karena dipengaruhi halusinasi,” imbuhnya.

Dikatakan Kapolres, kuat dugaan pelaku mengalami depresi berat semenjak berpisah dengan istrinya tiga tahun yang lalu. Hal itu dibuktikan dengan adanya rekam medis dari dokter kejiwaan, jika pelaku mengalami gangguan jiwa berat hingga sering mengalami halusinasi.

“Pelaku mendapat bisikan, dia berhalusinasi bahwa istrinya diselingkuhi Pepen yang dibacoknya itu,” katanya.

Padahal sejatinya korban, bukanlah Pepen dan tidak ada sangkut paut apa-apa dengan pelaku. “Itu kan hanya halusinasi pelaku,” jekasnya.

Kapolres juga meminta untuk bijak bermedia sosial, dan tidak mengait-ngaitkan kejadian ini dengan sentiment agama, apalagi PKI. Pihaknya bahkan tak segan-segan untuk menangkap pelaku penyebar berita bohong tersebut.

“Mohon bantuan apabila ada yang menyeret ke issue PKI dan sentimen keagamaan. Sumedang harus kondusif dan bebas hoax. Kalau ada akun abal-abal atau beneran yang menyebar berita hoax terkait peristiwa ini mohon disampaikan langsung, akan kita proses hukum,” tandasnya.

Senada dikatakan Dandim 0610 Sumedang, Letkol Arh Novianto Firmansyah, memastikan tidak ada isu yang menjurus ke indikasi bangkitnya PKI dengan adanya kejadian tersebut.

”Sampai saat ini berdasar hasil crosscek ke lapangan bersama unsur terkait, tidak ada isu menjurus ke indikasi bangkit ke organisasi tersebut. Memang hasil pemeriksaan terhadap pelaku, pelaku mengalami gangguan jiwa,” tandasnya. (fitri)

⚠️ Pemberitahuan: Isi komentar merupakan tanggung jawab penuh pemberi tanggapan. Redaksi Sumedang Online tidak bertanggung jawab atas isi atau dampak yang ditimbulkan dari komentar yang dikirimkan.

Tinggalkan Tanggapan

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE Terima Tidak