SUMEDANG.ONLINE, GEDUNG NEGARA (18/2/2020) – Kepala Badan Pengelolan Pendapatan Daerah (Bappenda) Provinsi Jawa Barat, Hening Widiatmoko, memberikan apresiasi terhadap peluncuran Zonita Pamor (Zona Integritas Taat Pajak Kendaraan Bermotor).
Aplikasi yang baru kali pertama diujicobakan di Kabupaten Sumedang itu, sebut dia, akan mampu menulusur Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki kendaraan motor pribadinya. Apakah sudah membayar pajak kendaraan atau belum.
“Sebenarnya Zonita Pamor itu hanya untuk mengingatkan saja, bahwa ASN itu harus jujur. Jangan jangan dia mengaku punya satu kendaraan, terus yang lain atasnama istri dan anak-anaknya. Nggak diakui, nggak dilaporkan, nggak masalah itu menghindari progresif. Trik masing-masing, tapi bayar pajak, tapi kepemilikannya atasnama sendiri bukan orang lain,” ujar Hening pada wartawan termasuk Reporter SUMEDANG ONLINE, usai Peluncuran Zona Integritas Taat Pajak Kendaraan Bermotor (Zonita Pamor) bagi ASN se-Kabupaten Sumedang di Gedung Negara, Selasa (18/02).
Menurut dia, bakal ada kerugian bagi pemilik kendaraan bermotor yang belum bolak balik nama.
“Jadi kalau membeli kendaraan bermotor belum dibalik namakan itu rugi bagi pemiliknya. Ini kesempatan, tahun ini, kita akan melakukan upaya untuk program balik nama, kita dukung. Sehingga ASN pun nantinya akan bangga kalau punya kendaraan sendiri,” imbuhnya.
Lanjutnya, Zonita Pamor memiliki konsep terintegrasinya data kepegawaian dengan data kependudukan dan kendaraan bermotor.
”Jadi sinergi antara tiga database, lalu bisa kita cek apakah yang bersangkutan jujur di LHKPN, jangan jangan betul dia ngakunya cuman satu, tapi kartu keluarga. Di Zonita pamor bisa ketahuan, ada lima kendaraan cuman ngaku satu, nggak bisa harus diakui semua di satu keluarga. Artinya disini kejujuran jadi satu keharusan, dan keteladanan ASN itu mudah mudahan dilihat masyarakt, ASN nya sudah taat kita warga masyaraktnya mengikuti cara yang telah dilakukan oleh ASN,” pungkasnya. *IWAN RAHMAT*

