Home / Nasional / Pilihan Redaksi

Jumat, 12 Juni 2020 - 21:05 WIB

Antisipasi Gelombang Kedua COVID-19 di Jabar

 Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Ridwan Kamil dalam jumpa pers di Gedung Pakuan, Kota Bandung. Jumat, 12 Juni 2020.

RIZAL/HUMAS JABAR JUMPA PERS: Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Ridwan Kamil dalam jumpa pers di Gedung Pakuan, Kota Bandung. Jumat, 12 Juni 2020.


KOTA BANDUNG — Potensi penularan COVID-19 di pasar tradisional tergolong tinggi. Apalagi, pedagang di sejumlah pasar di Jawa Barat (Jabar) terkonfirmasi positif COVID-19. Maka itu, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar memfokuskan tes masif di 700 pasar se-Jabar.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Ridwan Kamil mengatakan, ketidakdisiplinan pedagang dan pembeli dalam jaga jarak, pakai masker, serta adanya kerumunan, memicu munculnya kasus positif di pasar tradisional.

“Kami meyakini banyak pembeli dan penjual tidak disiplin pakai masker, sehingga pembeli bisa tertular oleh penjual, penjual bisa tertular oleh pembeli,” kata Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– dalam jumpa pers di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (12/6/20).

Baca Juga  Menikmati Liburan di River Tubbing Mini Tanjungkerta Sumedang

Sejumlah 627 Mobile COVID-19 Test dan Laboratorium Moblie Bio Safety Level 3 (BSL3) dari PT Bio Farma (Persero) disiapkan gugus tugas provinsi untuk mengambil sampel di pasar tradisional. Tes masif terdiri dari rapid test maupun swab test (tes usap).

Kang Emil menyatakan, pengetesan masif akan didahului dengan sosialisasi dan komunikasi yang memadai. Tujuannya mengantisipasi penolakan tes masif, seperti yang terjadi di sejumlah daerah.

Baca Juga  MKKS Wilayah 3 Sumedang Ingin Adopsi Prestasi Kepala Sekolah Juara Nasional

“Saya sudah berkoordinasi dengan Kepolisian dan TNI untuk mengawal pengetesan ini, sehingga tidak ada penolakan di masyarakat karena kurang sosialisasi,” ucapnya.

“Total 700 pasar yang akan kami lakukan pengetesan, sehingga tidak ada pedagang pasar yang terkena (COVID-19), dan mengakibatkan kerugian berupa penutupan pasar dalam waktu yang tidak ditentukan,” imbuhnya.

Selanjutnya: Antisipasi Gelombang Kedua

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Halo Polisi

Tak Pakai Masker, Delapan Warga Buahdua Terjaring Operasi Yustisi

Pilihan Redaksi

Seminggu ini, ratusan kios PKL kudu dibongkar

Pilihan Redaksi

Dua bandar judi togel Hongkong di Ciduk Polisi

Pilihan Redaksi

Sekolah Paritisipatif, Bawaslu Jabar: Demokrasi Makin Baik

Pilihan Redaksi

Kakek ini ditemukan meninggal diperkirakan sudah 10 hari

Pilihan Redaksi

Netty ajak gemar membaca seperti Habibie
Gubernur Jawa Barat menyerahkan bantuan untuk warga terdampak bencana longsor. Bantuan diterima langsung oleh Bupati Sumedang. Dalam agenda yang sama, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyalurkan bantuan Dana Siap Pakai untuk korban dan penanganan bencana kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang.

Pilihan Redaksi

Gubernur Jabar Minta Pemda Sumedang Tegas Menindak Pelanggar Tata Ruang

Pilihan Redaksi

Pecahkan Rekor MURI, 1.914 Anggota Bawaslu Dilantik