Home / PENDIDIKAN

Jumat, 19 Juni 2020 - 20:41 WIB

Inilah Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pesantren dan Pendidikan Keagamaan di Masa Pandemi

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum meninjau kesiapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Pondok Pesantren Al Falahiyyah, Desa Cikoneng, Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang. Rabu 17 Juni 2020.

ISTIMEWA/HUMAS JABAR TINJAU AKB: Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum meninjau kesiapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Pondok Pesantren Al Falahiyyah, Desa Cikoneng, Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang. Rabu 17 Juni 2020.


PEMERINTAH melalui Kementerian Agama (Kemenag) menerbitkan panduan pembelajaran bagi pesantren dan pendidikan keagamaan karena masih berlangsungnya pandemi Covid-19 jelang dimulainya tahun ajaran baru.
Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengatakan, panduan tersebut menjadi bagian tidak terpisahkan dari surat keputusan bersama Mendikbud, Menag, Menkes, dan Mendagri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran Dan Tahun Akademik Baru Di Masa Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).

Menurutnya, panduan ini meliputi pendidikan keagamaan tidak berasrama, serta pesantren dan pendidikan keagamaan berasrama. “Untuk pendidikan keagamaan yang tidak berasrama, berlaku ketentuan yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, baik pada jenjang pendidikan dasar, menengah, maupun pendidikan tinggi,” tegas Menag dalam kesempatan telekonferensi di Gedung DPR Jakarta, Kamis (18/6/2020).

Baca Juga  PPDB SMPN 5 Sumedang: Jumlah Rombel Tetap, Kelebihan Siswa Disalurkan ke Sekolah Lain

Pendidikan keagamaan tidak berasrama itu mencakup Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ); SD Teologi Kristen (SDTK), SMP Teologi Kristen (SMPTK), Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK), dan Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen (PTKK); Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) dan Perguruan Tinggi Katolik (PTK); Pendidikan Keagamaan Hindu; Lembaga Sekolah Minggu Buddha, Lembaga Dhammaseka, Lembaga Pabajja; serta Sekolah Tinggi Agama Khonghucu dan Sekolah Minggu Konghucu di Klenteng.

Baca Juga  Ilmu Terapan Telkom University Bertekad Jadi Lumbung Masyarakat Internet

Menag menjelaskan, Pendidikan Keagamaan Islam yang berasrama adalah pesantren. Di dalamnya ada sejumlah satuan pendidikan, yaitu: Pendidikan Diniyah Formal (PDF), Muadalah, Ma’had Aly, Pendidikan Kesetaraan pada Pesantren Salafiyah, Madrasah/Sekolah, Perguruan Tinggi, dan Kajian Kitab Kuning (nonformal). Selain pesantren, ada juga MDT dan LPQ yang diselenggarakan secara berasrama.

Hal sama berlaku juga di Kristen, ada SDTK, SMPTK, SMTK dan PTKK yang memberlakukan sistem asrama. Untuk Katolik, ada SMAK dan PTK Katolik yang berasrama. Sedang Buddha, menyelenggarakan Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) secara berasrama.

Baca Selanjutnya: Ketentuan Utama

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

PENDIDIKAN

Bimtek Pendidikan, Untuk Pendidikan Lebih Baik

PENDIDIKAN

Relawan Indonesia Menggengggam Dunia, motivasi pelajar SMPN 10 Sumedang
Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Wilayah 3 Sumedang menggelar kegiatan Pelatihan Pembuatan Program e-Library dan Manajemen Pengelolaan Perpustakaan Digital di SMP Negeri 1 Cimalaka. Kamis, 18 Februari 2021.

PENDIDIKAN

Tingkatkan Wawasan Pustakawan, MKKS Wilayah 3 Sumedang Gelar Pelatihan E-Library

PENDIDIKAN

Ini Pesan Bupati Sumedang untuk Dinda Kharisma

PENDIDIKAN

Naskah soal ulangan SD pertanyaanya tanpa spasi, bikin bingung siswa

PENDIDIKAN

Siswa SD di Sumedang Ini Ikut Gerakan Makan 100 Juta Telur
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai rapat koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat di Markas Kepolisian Daerah Jawa Barat, Kota Bandung. Selasa, 16 Juni 2020.

PENDIDIKAN

Pesantren Dibuka, Ridwan Kamil: Hasil Musyawarah dengan Ulama

PENDIDIKAN

Disdik Kebanjiran Program Non Formal