SUMEDANG

Sekda Sumedang Wisuda Bumil Peserta Akademi Keluarga Jabar Juara

Penulis: IWAN RAHMAT | Editor: Fitriyani Gunawan
Sekretaris Daerah (Sekda) Herman Suryatman mewisuda 77 orang ibu hamil dan ibu Balita peserta Akademi Keluarga Jabar Juara (AKJJ) Kelas 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Balai Pertemuan Desa Citimun. Selasa, 1 Maret 2022.
Sekretaris Daerah (Sekda) Herman Suryatman mewisuda 77 orang ibu hamil dan ibu Balita peserta Akademi Keluarga Jabar Juara (AKJJ) Kelas 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Balai Pertemuan Desa Citimun. Selasa, 1 Maret 2022. | FOTO: Iwan Rahmat/SO

SUMEDANG ONLINE – Sekretaris Daerah / Sekda Sumedang, Herman Suryatman mewisuda 77 orang ibu hamil (bumil) dan ibu Balita peserta Akademi Keluarga Jabar Juara (AKJJ) Kelas 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Balai Pertemuan Desa Citimun, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang. Selasa, 1 Maret 2022.

Herman Suryatman menyebutkan, kegiatan AKJJ bertujuan meningkatkan sosialisasi pengasuhan selama 1000 HPK pada keluarga balita yang diharapkan dapat menurunkan angka stunting.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“AKJJ bertujuan agar orangtua memiliki keterampilan pengasuhan dan simulasi yang efektif dan praktis sehingga para orang tua berkomitmen memenuhi kebutuhan gizi, kesehatan, kasih sayang serya stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak,” tutur Sekda Sumedang.

Baca Juga  Dua Petani Wafat Tersambar Petir Saat Berteduh di Sawah di Ujungjaya Sumedang

Sekda Sumedang mengatakan, anak yang hebat berasal dari keluarga yang hebat. Oleh karena itu, semua diawali dari peran ibu sebagai tokoh utama di keluarga.

“Proses itu diawali sejak kehamilan sampai anak berusia 2 tahun. Semua harus dikomunikasikan bersama suami,” imbuhnya.

Sekda Sumedang berharap, para peserta bisa menjadi agen pembangunan di desanya terutama dalam memberikan kontribusi kepada warga masyarakat, utamanya kepada ibu ibu dan remaja menjadi agen pembangunan 1000 HPK.

Baca Juga  Ini Kata Bupati Sumedang Tentang Empat Kandidat Sekda

“Selain menjadi agen pembangunan, diharapkan para alumni AKJJ bisa meningkatkan kualitas keluarga serta menggerakkan ekonomi keluarga. Melalui kegiatan AKJJ ini, Desa Citimun bisa menjadi desa yang mampu mensejahterakan masyarakatnya,” katanya.

Kepala DPPKB P3A Kabupaten Sumedang Ani Gestaviani mengatakan, AKJJ merupakan upaya penanganan stunting dengan melibatkan ibu hamil dan ibu Balita sebagai pesertanya melalui program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Sebanyak 77 orang ibu hamil dan ibu Balita di Desa Citimun mengikuti Akademi Keluarga Jabar Juara yang dilaksanakan selama satu bulan dengan materi 16 modul yang sudah kita modifikasi untuk Kabupaten Sumedang,” ujarnya.

Baca Juga  Bupati Sumedang Ajak Bangkitkan Bumdes

Dijelaskan Ani, alumi AKJJ diharapkan bisa menerapkan program tersebut sehingga dapat berkontribusi menurunkan angka kemiskinan dan stunting di Kabupaten Sumedang.

“Kita juga berkoordinasi dengan para Camat dan para kepala desa sehingga ke depannya dapat mengalokasikan kegiatan Sekoper Cinta di seluruh wilayah Kabupaten Sumedang,” tuturnya. ***

Tinggalkan Balasan