Home / PENDIDIKAN

Selasa, 16 Juni 2020 - 13:46 WIB

Pesantren Dibuka, Ridwan Kamil: Hasil Musyawarah dengan Ulama

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai rapat koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat di Markas Kepolisian Daerah Jawa Barat, Kota Bandung. Selasa, 16 Juni 2020.

YOGI P/HUMAS JABAR RAPAT KOORDINASI: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai rapat koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat di Markas Kepolisian Daerah Jawa Barat, Kota Bandung. Selasa, 16 Juni 2020.


KOTA BANDUNG, SO — Pesantren di wilayah zona biru dan hijau akan mulai diizinkan beoperasi kembali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Surat Keputusan (SK) Gubernur terkait hal tersebut telah diubah menyesuaikan dengan aspirasi yang berkembang. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebutkan, keputusan tersebut berdasarkan hasil musyawarah dengan pihak-pihak terkait.

“SK Gubernur sudah diubah sesuai aspirasi yang berkembang, walaupun SK yang pertama itu sudah dimusyawarahkan oleh Pak Uu selaku Wakil Gugus Tugas dengan 79 ulama,” ujar Kang Emil –sapaan akrab Ridwan Kamil, usai rapat koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat di Markas Kepolisian Daerah Jawa Barat Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung. Selasa, 16 Juni 2020.

Kang Emil menegaskan, Pemda Provinsi Jabar akan selalu menentukan kebijakan melalui musyawarah dengan stakeholders terkait, terutama kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Baca Juga  SMK PGRI 1 Sumedang Gelar Workshop Penguatan Budaya Kerja Bersama IDUKA

“Jadi pada saat (SK) diumumkan ternyata ada dinamika, ya sudah kita akomodasi menjadi perbaikan-perbaikan yang diharapkan,” pungkas Kang Emil.

“Poinnya adalah kami ini kalau melakukan kebijakan selalu musyawarah. Gak mungkin gugus tugas melakukan keputusan terhadap hajat hidup orang tanpa mengajak orang yang terdampak untuk diskusi,” tegasnya.

Kang Emil memaparkan, pesantren diizinkan untuk beroperasi terlebih dahulu dari sekolah umum, mengingat kurikulum yang digunakan pesantren tidak sama dengan sekolah umum. Selain itu, mayoritas pesantren dimiliki atas nama pribadi, sehingga kebijakan kurikulum yang digunakan masing-masing pesantren pun berbeda. Dengan demikian, tidak akan terjadi kejomplangan kualitas pendidikan antar pesantren.

Sedangkan bagi sekolah umum, kata Kang Emil, kepemilikan dan kurikulumnya diatur oleh negara sehingga pergerakannya harus satu irama. Adapun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI telah mengumumkan bahwa sekolah umum boleh beroperasi di zona hijau. Namun hingga hari ini belum ada wilayah Jawa Barat yang termasuk zona hijau. Berkaca dari hal tersebut, pihak Gugus Tugas Jabar memutuskan belum mengizinkan sekolah umum dibuka kembali.

Baca Juga  Kinerja IPB Terbaik di Tingkat Nasional

“Kalau pesantren itu rata-rata dimiliki oleh pribadi, kurikulumnya juga tidak sama. Jadi pesantren boleh (dibuka) karena kurikulumnya berbeda, start dan finish-nya beda, maka boleh dibuka duluan dengan catatan kesehatan di zona hijau dan biru dan protokol kesehatan,” papar Kang Emil.

“Kalau sekolah umum belum dulu. SD, SMP, SMA itu gerakannya harus satu irama, karena dimiliki oleh negara dan kurikulumnya diatur oleh negara. Pak Kemendikbud sudah mengumumkan bahwa sekolah boleh dibuka di zona hijau. Per hari ini 27 kota/kabupaten di Jawa Barat belum ada (zona hijau),” jelasnya. ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

PENDIDIKAN

Enung Ingin Wujudkan SMPN 1 Cimalaka Lebih Nyaman

PENDIDIKAN

IGI Sumedang Prihatin Upah Guru Honorer di Daerah Jauh dari UMK

PENDIDIKAN

UN dan Ujian Sekolah di Jabar Ditunda

PENDIDIKAN

Terkait Dileburnya Honorer Jadi P3K, Kadisdik Sumedang: Tunggu PP Lahir
Disela kunjungan kerjanya ke Kecamatan Sukasari dan Tanjungsari, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menyempatkan melihat langsung gedung baru SDN Cijolang di Desa Margaluyu Kecamatan Tanjungsari, Kamis (2/7/2020).

PENDIDIKAN

Tinjau SDN Cijolang, Bupati Sumedang: Gedung Baru Ideal
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan pada SMAN 1 Sumedang, Mohamad Gofur Rohim

PENDIDIKAN

Pandemi Covid-19, Acara Perpisahan di SMA Negeri 1 Sumedang Dibatalkan

PENDIDIKAN

MPLS SMPN 1 Sumedang: Stop Kenakalan Remaja

PENDIDIKAN

22 Sekolah di Tanjungkerta Ikut FLS2N Tingkat Kecamatan